Air PDAM Tak Mengalir, Masyarakat Gunakan Air Sumur

173
0
ilustrasi

BANJAR – Sebagian warga Lingkungan Banjar Kelurahan/Kecamatan Banjar mengeluh. Air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tita Anom tak mengalir selama Ramadan.

Seperti yang diakui salah seorang warga Endra (38). Dia mengaku selama Ramadan hanya mendapatkan air PDAM setengah ember. Sedangkan kewajiban sebagai konsumen harus bayar tiap bulan.

“Sebenarnya bukan saat bulan Ramadan saja, hampir tiap hari bahkan sudah hitungan enam bulan air PDAM tidak pernah ada (mengalir, Red),” ujar warga Gang Soka ini Kamis (23/5).

Beruntung, kata dia, ada sumur kosong di belakang rumahnya, sehingga bisa dimanfaatkan. Namun, dirinya waswas apabila rumah kosong tersebut dibongkar, akan berimbas pada sumur.

“Saya sengaja telat sehari bayar iuran dan pasti kena denda. Terus yang jadi masalah, pemakaian bengkak hampir sampai 11 kubik, padahal nggak pernah ada air. Tetangga mah pada dicabut, karena tidak pernah ada air,” jelasnya.

Dirinya sudah beberapa kali datang ke kantor PDAM. Katanya akan dicek. Namun hingga kini tidak ada.

Terpisah, Kabag Hubungan Langganan PDAM Tirta Anom Kota Banjar H Suryana SSos, MM mengaku sudah menerima banyak aduan dari masyarakat terkait layanan air. Menurut dia, hal tersebut terjadi pascalongsor di Jalan Nasional Brigjen M Isa beberapa waktu lalu.

Longsoran itu menyebabkan saluran pipa PDAM bocor. Karena itu, kini PDAM masih menggunakan pipa berukuran 200 milimeter untuk melayani kebutuhan pelanggan.

“Kenapa di wilayah Gang Setia dan Soka sulit air, karena itu me­ru­pakan pendistribusian air pipa paling ujung sehingga terganggu, ditambah jumlah konsumen ba­nyak menggunakan air PDAM,” katanya. So­lu­si­nya, terang dia, akan di­ba­ngun jembatan pipa. Ren­cananya Juli atau Agustus. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.