Air Sungai Naik 10 Meter, Jembatan Jabar Selatan Ambruk

179
Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Garut ambruk diterjang banjir, Selasa (06/11/2018). dini hari. foto : ujang nandar/ radar tasikmalaya.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIPATUJAH – Hujan deras sejak tiga hari terakhir mengguyur kawassan Kabupaten Tasikmalaya selatan. Akibatnya, Selasa (6/11) sekitar pukul 03.00 dini hari, jembatan akses Jawa Barat Selatan ini, tepatnya yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya Garut, ambruk hingga terputus.

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Wawan Ridwan Eefendi mengatakan, jembatan sepanjang 108 meter tersebut putus setelah di terjang banjir bandang Sugai Ciandum.

“Informasi dari warga peristiwa terjadi sekitar pukul 03.00 pagi,” katanya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Akibat amburknya jembatan itu, lanjut dia, lima desa yakni Ciandum, Ciheras, Pametingan dan Sukahurip terisolir.  “Tidak ada jalan alternatif kecuali berputar ke Garut yang jaraknya sangat jauh,” ujar dia.

Selain itu, tambah wawan, bancana banjir juga terjadi di beberpa titik, seperti kawasan Cipatujah, Karangnunggal, dan Culamega. “Akibatnya banyak rumah terendam. Sampai saat ini masih dalam pendataan,” katanya.

Saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi karena jaringan listrik dan telekomunikasi terputus. “Sejak semalam listrik di kawasan tersebut padam,” katanya.

Etih (44) warga Ciandum Desa Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, robohnya jembatan terjadi sekitar pukul 03.00, setelah hujan deras sejak beberapa hari. “Saat roboh seperti terjadi suara gempa,” ujar dia.

Dikatakan Wawan, sebelum jembatan roboh, kondisi air Sungai Ciandum naik dengan ketinggian labih dari 10 mater dari bibir sungai.

“Memang ini yang paling besar airnya yang saya ketahui,” tandasnya. (ujang nandar)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.