Ajag, Anjing Hutan Penyedot Darah yang Hampir Punah

253
0
Loading...

KUNINGAN – Puluhan kambing dan anak sapi tewas misterius di Cibingbin, Kabupaten Kuningan.

Pembunuh hewan ternak tersebut telah diketahui warga, bahkan berhasil menembak tiga ajag atau anjing hutan asli Indonesia.

Lantas, apa itu ajag? Dilansir dari Dinas Kehutanan (Dishub) Provinsi Jawa Barat, Ajag atau Cuon alpinus adalah anjing hutan yang hidup di dataran Asia. Binatang ini berbeda dengan serigala.

Khusus di Indonesia, ajag ada dua jenis yaitu cuon alpinus javanicus dan cuon alpinus sumatrensis.

Keduanya merupakan anjing hutan asli atau endemik Indonesia yang mendiami pulau Sumatera dan Jawa.

Loading...

Ajag termasuk salah satu binatang langka di Indonesia yang populasinya semakin menurun dan terancam kepunahan.

Diperkirakan populasinya di seluruh dunia hanya sekitar 2.500 ekor.

Pada 2004, IUCN Redlist memasukan ajag dalam status konservasi endangered (terancam punah).

Begitu juga dengan CITES, memasukkan ajag dalam daftar Apendix II.

Dalam bahasa Inggris anjing hutan ini disebut sebagai Dhole, Asiatic Wild Dog, India Wild Dog, dan Red Dog.

Hewan ini juga memiliki ciri khas suara lolongannya yang terdengar jelas dan keras. Sedang suara salakannya terdengar lembut, seperti mendengking pendek berulang-ulang.

Ajag biasanya mempunyai panjang tubuh sekitar 90 centimeter dengan tinggi badan sekitar 50 centimeter dan berat badan antara 12-20 kilogram.

Ciri khas lainnya dari ajag adalah memiliki ekor yang panjang sekitar 40-45 cm.

Biasanya bintang ini memiliki bulu berwarna coklat kemerahan kecuali pada bagian bawah dagu, leher hingga ujung perut yang berwarna putih dan ekornya yang berwarna kehitaman.

Ajag biasa hidup berkelompok yang terdiri atas 5-12 ekor, bahkan hingga 30 ekor.

Namun pada situasi tertentu, anjing hutan yang langka ini dapat hidup soliter (menyendiri).

Ajag biasanya melakukan perburuan mangsa secara bersama-sama dengan mengejar mangsanya yang lebih besar seperti babi hutan, kijang, rusa, dan lainnya.

Binatang kecil pun seperti kelincu, tikus, dan sebagainya juga menjadi santapan favorit mereka.

Biasanya dalam satu kali melahirkan, ajag dapat mempunyai 6 ekor anak dengan masa kehamilan sekitar 2,5 bulan.

Dalam waktu satu tahun, ajag dapat beranak sampai 2 kali.

Anak ajag akan mencapai dewasa pada umur satu tahun.

Hewan ini termasuk hewan yang lebih aktif di malam hari (nokturnal), meski tidak sepenuhnya aktivitasnya dilakukan di malam hari. (radarcirebon)

Berita terkait :
Kambing & Sapi Tewas Misterius, Tim Gabungan Ditembak Mati 6 Ajag di Kuningan

Hewan Pembunuh Sapi & Kambing di Kuningan Diyakini Ajag Jadi-jadian, Begini Soalnya..

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.