Ajak Elemen Masyarakat Di Tasikmalaya Peduli Stunting

35
KOMPAK. Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya bersama Kementerian Kesehatan kompak berfoto usai menyelenggarakan seminar kesehatan di Hotel Dewi Asri Kamis (1/11).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar seminar kesehatan dalam rangka mewujudkan 1.000 hari pertama kehidupan balita. Itu digelar sebagai upaya menurunkan angka stunting pada balita di Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (1/11).

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Dadan Hamdani SKM MSi menjelaskan latar belakang dilaksanakannya seminar ini menumbuhkan kepedulian semua elemen masyarakat untuk ikut menurunkan angka stunting pada balita. “Angka stunting di Kabupaten Tasik masih tinggi,” ungkapnya.

Menurut Dadan, hasil BPB tahun 2017 stunting di Kabupaten Tasikmalaya 15,3 persen atau 17.588 balita dari total 115.623 yang ditimbang dengan metode pengambilan data yang datang ke posyandu dengan diukur antropometrinya.

Maka dari itu, jelas Dadan, dalam seminar ini semua elemen masyarakat diajak peduli dan paham tentang pencegahan stunting pada balita. “Jadi kita sosialisasi bagaimana mencegah stunting dengan mewujudkan 1.000 hari pertama kehidupan balita dengan gizi yang baik,” paparnya.

Ada pun para peserta seminar, lanjut dia, sasarannya dari berbagai elemen masyarakat baik dari dunia usaha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), profesi dan perwakilan sekolah. “Jadi pemahaman yang disampaikan dalam seminar bisa disampaikan lagi ke instansi masing-masing bahkan masyarakat. Kita berharap semua elemen ini mengerti dan paham terhadap stunting, dengan langkah 1.000 hari kehidupan,” terang dia.

Dadan mengharapkan terbangun kepedulian dari peserta seminar terhadap permasalahan stunting. “Masalah gizinya harus diperhatikan baik ibu dan bayinya supaya sehat,” tambah dia.

Kemudian, tambah dia, setelah lahir sampai menginjak usia dua tahun atau 730 hari bayi tersebut harus diperhatikan gizinya pada usia emas pertumbuhan hingga berumur dua tahun. “Misalkan diberi asupan tambahan makanan yang bergizi, imunisasi dini dan pemberian air susu ibu (ASI). Artinya ada kesesuain setelah enam bulan bayi diberi makanan tambahan,” ujarnya.

Dengan pola pemberian gizi yang baik di 1.000 hari pertama kehidupan bayi, maka angka stunting bisa ditekan. Kemudian bayi akan terhindar dari penyakit gangguan gizi, termasuk ibunya sehat selamat.

Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya dr Hj Retty Zia Dwik menambahkan tujuan umum seminar ini untuk membangun kepedulian atau kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
Sementara tujuan khususnya, kata Retty, untuk membangun kepedulian atau kesadaran semua pihak termasuk masyarakat. Kemudian membentuk kerja sama atau kemitraan yang baik.

“Kita memberikan kesempatan kepada sektor lain untuk berperan serta dalam mendukung kesehatan. Khususnya dalam sosialisasi fokus intervensi permasalahan penanggulangan dan pencegahan stunting, TBC serta pentingnya imunisasi,” pungkasnya. (dik/adv)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.