Beranda Nasional Ajak Publik Pahami Cara Penggunaan Wadah Plastik

Ajak Publik Pahami Cara Penggunaan Wadah Plastik

63
BERBAGI

Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua

Penggunaan wadah plastik di Indonesia terbilang tinggi. Tingginya penggunaan plastik itu membuat Indonesia menjadi negara nomor 2 di dunia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar.

Bagaimana tidak, di berbagai tempat jajan di Jakarta saja, berapa banyak pedagang yang menggunakan wadah plastik untuk menaruh makanan. Di tempat makan (food court) mal sampai Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jakarta umumnya menyajikan pesanan makanan dengan wadah plastik. Baik itu berupa piring plastik, kantong plastik atau styrofoam.

Biasanya konsumen asyik saja menyantap makanan dari piring atau kantong plastik tersebut. Tanpa memperhatikan faktor kesehatan saat menyantap makanan setelah bersentuhan dengan wadah plastik yang tidak higienis.

Misalnya nih, saat membeli jajanan atau gorengan di pinggir jalan, biasanya pedagang membungkus makanan langsung dengan kantung plastik. Padahal, ada risiko berbahaya dalam penggunaan kantong plastik tersebut.

Seperti yang diungkapkan dr Lula Kamal, MSc, bahwa kantong plastik atau kresek umumnya terbuat dari bahan daur ulang. Ada banyak zat kimia yang bisa memicu penyakit di kemudian hari.

”Kalau kresek tidak boleh kontak langsung dengan makanan. Lebih aman dimasukkan ke dalam kertas pembungkus atau mika, tapi harus langsung cepat dimakan,” sarannya dalam Seminar Technoplast  ”Ajak Publik Pahami Cara Penggunaan Wadah Plastik” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/3).

Selama ini, sambungnya, masyarakat sudah paham jika penggunaan kresek hitam dianggap lebih berbahaya daripada yang warnanya bening. ”Sama bahayanya jika Anda terbiasa membungkus makanan langsung dengan kantong plastik,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Dr Emil Budianto. Dia mengatakan pada plastik, zat kimia didalamnya sifatnya menurun.

”Apalagi kresek warna hitam, bahannya pasti sudah jelek sekali. Warna hitam itu ya dibuat untuk menutup bahan jelek itu,” bebernya.

Karena itu, dia mengajak masyarakat supaya menghindari penggunaan kantong kresek untuk membungkus makanan. ”Karena plastik warna apapun sama bahayanya. Lebih baik, pakailah wadah plastik yang aman dan harus tersedia di dekat Anda,” tuturnya.

Lula menambahkan sekalipun keadaan darurat sebaiknya tetap hindari membeli makanan dengan bungkus kresek. Jika terpaksa sekali, sebaiknya makanan itu segera dipindahkan langsung ke wadah lain atau segera dimakan saja.

Cara ini dilakukan supaya makanan tidak terkontaminasi senyawa bahan kimia berbahaya. Jika dibiarkan, dalam jangka panjang, paparnya, ada sejumlah penyakit yang mengintai. Salah satunya bisa terkena penyakit kanker, gangguan ginjal dan hati tanpa disadari.

Karena itu, penting sekali untuk memilih kemasan plastik untuk makanan yang ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan berbahaya. ”Pertama, kita harus melihat adanya label yang menyatakan bahwa barang plastik itu sudah dicek keamanannya. Biasanya, ada juga tanda BPOM. Itu cukup untuk menjamin produk tersebut aman,” paparnya.

Ada juga, biasanya pada kemasan terdapat simbol daur ulang yang menandakan bahwa kemasan itu aman. Emil menjelaskan, ada bahan dasar pembuat kemasan plastik yang memang bersifat racun.

Namun, ketika diubah bentuknya, menjadi tidak beracun lagi. Meski demikian, Emil menyarankan agar konsumen tetap waspada.

”Tidak ada yang bisa menjamin pada saat membuat semuanya berubah. Jangan-jangan ada sisa yang sebetulnya akan bahaya,” imbuh Emil.

Selain itu yang juga tak kalah penting dipertimbangkan saat memilih kemasan plastik adalah sampah yang akan dihasilkan. Plastik, lanjut Emil, tahan puluhan tahun.

Jadi, ketika dibiarkan begitu saja dalam 30 tahun juga tidak akan hancur. ”Kalau diubah bentuknya seperti dibakar akan berbeda lagi. Tapi kimianya itu akan berubah pindah ke udara semua. Tetap berbahaya,” pungkasnya. (dew/jpg)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.