Ajak Santri Jadi Petani Milenial

31
Diki Setiawan / Radar Tasikmalaya MEMAPARKAN. Menteri Pertanian Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP saat memaparkan program Santri Tani Milenial di Desa Kiarajangkung Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya Jumat (11/1).

TASIK – Para santri diharapkan tak hanya belajar ilmu agama. Mereka bisa mengembangkan diri seperti di bidang pertanian untuk membantu ketahanan pangan serta mengentaskan kemiskinan

Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) RI akan me-launching program Santri Tani Milenial di Provinsi Jawa Barat dalam waktu dekat ini. Melalui program ini santri dilatih untuk menjadi petani sehingga mampu mengelola lahan pertanian atau kebun.

Menteri Pertanian (Mentan) Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP mengungkapkan pemberdayaan santri di bidang pertanian akan mulai dikembangkan. Mereka diharapkan bisa ikut mengentaskan kemiskinan berbekal ilmu pertanian selain ilmu agama yang mereka pelajari selama di ponpes.

”Kita akan segera me-launching program Santri Tani Milenial ini kemungkinan dalam dua minggu ke depan,” kata Andi usai menghadiri acara di Desa Kiarajangkung Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (11/1).

Menurut Andi, santri-santri ini tersebar di desa, kebanyakan dari mereka punya lahan atau kebun. ”Kita produktifkan lahannya dan mereka bisa belajar bagaimana menjadi petani modern atau bahasa gaulnya Santri Tani Milenial,” ungkapnya.

Andi mengatakan, bila program ini berhasil, diyakini akan mendukung penguatan sektor pertanian di Indonesia, sebab jumlah santri di Jawa Barat sangat banyak.

Ketika santri diberikan keterampilan mengelola pertanian mereka akan mampu menjadi petani andal yang bisa mengelola lahannya menjadi usaha.

”Harus diingat, 10 konglomerat terbaik di Indonesia itu delapan orangnya dari sektor pertanian. Kita harus cetak santri menjadi petani unggul,” jelasnya.

Melalui program ini, sambungnya, diharapkan bisa meningkatkan kepedulian generasi muda, khususnya santri, terhadap sektor pertanian

Terlebih di era  revolusi industri 4.0 sektor pertanian membutuhkan petani-petani muda yang andal, pekerja keras dan melek teknologi.

Santri Pondok Pesantren Nurul Jannah Ayu Sulastri (17) menyambut antusias program Santri Tani Milenial ini, sebab santri diberikan skill tertani yang tentunya bermanfaat untuk mata pencaharian.

“Jadi selain punya bekal ilmu agama, santri juga mempunyai keahlian dalam mengelola lahan pertanian,” tuturnya. (dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.