Ajak Seluruh Elemen Awasi Pemilu

16

TASIK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya mengajak semua elemen masyarakat untuk mengawasi Pemilu 2019, demi terciptanya pesta demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

“Kali ini kita sengaja mengundang berbagai unsur mulai dari Kwarcab Pramuka, LSM, organisasi kepemudaan, pengusaha dan lainnya untuk diberikan pemahaman soal peraturan pengawasan pemilu,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda kepada wartawan di Hotel Horison, Senin (26/11).

Kata Dodi, peraturan yang disosialisasikan diantaranya Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pengawasan. “Kami ingin memberi pemahaman kuat kepada semua elemen masyarakat yang merupakan mitra strategis kami dalam rangka pengawasan partisipatif,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Dodi, Bawaslu tidak bisa berjalan sendiri dalam pengawasan pemilu. Mengingat keterbatasan sumber daya manusia (SDM), maka sangat penting sekali keterlibatan semua elemen masyarakat dalam pengawasan pesta demokrasi lima tahunan ini. Sehingga bisa menciptakan pemilu yang damai, berkualitas dan berintegiritas.

Tempat yang sama, Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (Deep) Yusfitriadi MPd, salah satu pemantau pemilu mengatakan saat ini masih ada kesenjangan antara kapasitas masyarakat dengan penyelenggara pemilu. “Mindset masyarakat dengan penyelenggara pemilu masih ada perbedaan. Misalnya di dalam perspektif penyelenggara pemilu ini tidak melanggar, tetapi dalam pemikiran masyarakat melanggar. Jadi hal ini yang perlu disambungkan, sehingga jangan sampai masyarakat pun mempermasalahkan yang sesungguhnya tidak ada dalam undang-undang. Kita minta Bawaslu masif dalam sosialisasi itu,” harapnya.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim mengatakan sangat penting sekali melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pengawasan pemilu. Dengan dibekali dengan pengetahuan atau peraturan yang berkaitan dengan pengawasan pesta demokrasi lima tahunan ini. “Bawaslu ini harus memperlebar sosialisasi ke level kecamatan dan desa. Bahwa kewajiban memantau proses pemilu jujur dan adil bukan hanya Bawaslu, tapi masyarakat secara luas harus diajak supaya menciptakan pemilu yang berkualitas,” harapnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.