Ajarkan Akidah Sejak Dini di SD Pengadilan Kota Tasik

120
0
TAUSIYAH. Guru Agama SDN 1 Pengadilan Ujang Sulaeman SPd memberikan tausiyah kepada siswa Kompleks SDN Pengadilan dan Tawangsari di Masjid Agung Tasikmalaya Jumat (14/2).
TAUSIYAH. Guru Agama SDN 1 Pengadilan Ujang Sulaeman SPd memberikan tausiyah kepada siswa Kompleks SDN Pengadilan dan Tawangsari di Masjid Agung Tasikmalaya Jumat (14/2).
Loading...

TASIK – Sekolah mengambil peranan penting dalam memproses pembentukan karakter anak. Salah satu caranya dengan kegiatan keagamaan untuk membentuk siswa yang memiliki kepribadian, akhlak mulia dan budi pekerti.

Kepala SDN 4 Pengadilan Bangbang Hermana SPd MPd mengatakan, dalam upaya menanamkan nilai-nilai religius, maka setiap Jumat pihaknya menggelar kegiatan keagamaan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini merupakan gabungan SDN 1, SDN 2, SDN 3, SDN 4 Pengadilan dan SDN Tawangsari Kota Tasikmalaya.

“Sekolah Dasar menjadi pondasi awal untuk jenjang sekolah di atasnya. Maka sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam menanamkan pendidikan karakter,” katanya kepada Radar, Selasa (18/2).

Makanya dalam kegiatan pembiasaan ini pihaknya mengenalkan peserta didik adab ketika masuk ke tempat ibadah, praktik tata cara berwudhu, belajar mengaji, salat wajib dan sunah. Hal itu memuat nilai-nilai karakter, moral dan akhlak.

Baca Juga : Ribuan Siswa MTs Tasik Simulasi Tahap Pertama UAMBN-BK

“Membangun pembiasaan keagamaan sejak dini akan menjadikan anak saleh,” ujar dia.

Kepala SDN 3 Pengadilan Ely Nurtini SPd MSi mengatakan pengembangan karakter religius dengan pembiasaan aktivitas keagamaan dapat memberikan pembekalan spiritual dan mental peserta didik.

Ia menyebutkan, kegiatan pembiasaan setiap Jumat yang dilakukan yakni Salat Dhuha bersama-sama, baca ayat Suci Alquran, siraman rohani dan lainnya.

Loading...

Dengan begitu, sambunganya, siswa diajarkan taat kepada agama, disiplin, jujur, tanggung jawab, rendah hati, sopan santun, serta menghormati orang yang lebih tua dan teman sebayanya.

“Proses pendidikan berbasis agama ini diharapkan bisa membangun generasi unggul,” katanya.

Baca Juga : Pasir Jenjing Tasik, Kampung Pramuka Pertama di Indonesia

Guru Agama SDN 3 Pengadilan Leniasi Manaf SAg menjelaskan pada kegiatan pembiasaan setiap Jumat, siswa diajarkan iktikaf di masjid sejak dini, dan membaca surat Yasin. Hal ini dapat memberikan mereka pondasi agama yang kuat.

“Dengan belajar keagamaan sejak dini bisa membangun ketakwaan, jadi kalau sudah besar mempunyai karakter yang kuat,” katanya.

Di samping itu, dengan kegiatan yang menggabungkan berbagai sekolah tersebut menjadi wadah silaturahmi antar siswa di Kompleks Pengadilan dan Tawangsari. “Menjalin kerukunan bersama,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.