Ajarkan Warga Ubah Sampah Jadi Kerajinan

6
OLAH SAMPAH. Hasil kerajinan ibu-ibu di Kampung Leuwi Gugur Desa Cintaasih. Ibu-ibu ini diajarkan mahasiswa KKN Uniga mengolah sampah menjadi kerajinan Jumat (8/2).

SAMARANG – Mahasiswa Universitas Garut (Uniga) mengajarkan masyarakat, khususnya ibu-ibu di Kampung Leuwi Gugur Desa Cintaasih Kecamatan Samarang mengolah sampah menjadi kerajinan tangan yang unik dan menarik. Hal itu dilakukan mahasiswsa Uniga yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut sebagai inovasi dalam mengatasi sampah, khususnya plastik.

“Kami berikan ide ini supaya sampah plastik di tempat ini bisa menjadi barang berharga,” ujar salah seorang mahasiswa Uniga Hakim Ghani kepada wartawan Jumat (8/02).

Menurut dia, pengolahan sampah di kampung tersebut sudah bagus. Hal itu terbukti dengan adanya bank sampah. Tetapi masyarat belum bisa memanfaatkan sampah plastik yang terkumpul. “Kami mengapresiasi kesadaran menjaga lingkungan yang mulai tumbuh masyarakat di sini,” katanya.

Program tersebut diharapkan kedepannya bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu. “Meskipun saat ini belum menghasilkan uang bagi masyarakat, kami yakin jika ditekuni terus ini merupakan potensi yang menjanjikan. Karena modalnya hanya dari sampah,” terangnya.

Dia berharap pelatihan se­per­ti ini bisa dilakukan juga pe­­merintah daerah termasuk me­­nyiapkan pasar bagi ma­sya­rakat untuk menjual ke­rajinannya. “Pemerintah harus bi­sa memberikan pelatihan ber­kesinambungan kepada ma­syarakat dalam pengolahan sam­pah seperti ini,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.