Akademi Persib Punya 20 Kiper Baru dari Tasik, Banjar & Pangandaran

96
0
LATIHAN. Pemain Akademi Persib Kota Bandung menjalani sesi latihan dengan mengikuti aturan protokol kesehatan di masa pandemi virus corona, Minggu (12/7/2020).
LATIHAN. Pemain Akademi Persib Kota Bandung menjalani sesi latihan dengan mengikuti aturan protokol kesehatan di masa pandemi virus corona, Minggu (12/7/2020).

BANDUNG – Pelatih kiper Akademi Persib Kota Bandung, Cefi M. Taufik senang dengan antusias penjaga gawang muda yang mengikuti program latihan. Sejak memulai program latihan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), Akademi Persib Kota Bandung sudah memiliki sekitar 20 kiper baru.

“Alhamdulillah, sudah ada tambahan 17 siswa baru di posisi kiper. Sedikitnya ini mencerminkan antusias mereka. Apalagi, Akademi Persib Kota Bandung punya perhatian lebih untuk para kiper masa depan ini,” ujar Cefi dilansir situs resmi Persib, Minggu (12/7/2020).

Setelah sekitar sepekan melihat kemampuan mereka, Cefi mengaku optimistis. Ia meyakini, Jawa Barat akan banyak menghasilkan penjaga gawang berkualitas.

Selain Kota Bandung, para kiper muda di Akademi Persib berasal dari dari daerah Priangan Timur seperti Pangandaran, Banjar dan Tasikmalaya.

“Saya lihat mereka punya kemampuan untuk masuk ke tim Elite Pro dan Piala Suratin. Cuma ada pertimbangan lain seperti soal mental,” bebernya.

Sementara itu di masa AKB, Sekretaris Akademi Persib, Ridwan Firdaus mengaku butuh konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan dalam menjalani program latihan agar terhindar dar risiko penyebaran Covid-19. Karena itu, ia tak akan berhenti mengingatkan anak asuhnya.

“Yang namanya anak-anak, ada saja yang harus kami ingatkan. Tapi, ada juga yang sudah terbiasa dan sadar pentingnya protokol kesehatan. Jadi, kami terus mengedukasi dan mengingatkan mereka,” ujar Ridwan.

Protokol kesehatan yang diterapkan Akademi Persib Kota Bandung terbilang detail, seperti penggunaan pakaian latihan, pemakaian masker dan kebiasaan mencuci tangan. Saking banyaknya protokol kesehatan tidak jarang membuat pemain kebingungan dan bahkan lupa.

Untuk mencegahnya, Ridwan melibatkan orang tua pemain. “Kami juga melibatkan orang tua di rumah. Karena waktu di rumah lebih lama ketimbang di lapangan. Tidak ada lagi pemain yang datang atau pulang dengan pakaian latihan. Semua kegiatan harus dilakukan dengan kondisi bersih dan rapi,” tutur dia. (snd)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.