Beranda Rakyat Garut Akan Lakukan Upaya Hukum Atas Atas Keputusan KPU Garut

Akan Lakukan Upaya Hukum Atas Atas Keputusan KPU Garut

168
BERBAGI

KETUA Tim Pemenangan Agus-Imas, Galih Fahrudin Qurbany, mengaku tidak puas dengan keputusan KPU Garut. Hasil rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Garut itu dirasa tidak adil. Pihaknya secara tegas menolak keputusan tersebut dan akan melakukan upaya hukum. “Kita meminta semua tahapan Pilkada ditunda, karena banyak pelanggaran,” katanya usai mengikuti rapat pleno di Gedung Intan Balarea Senin (12/2).

Galih mengklaim pihaknya menemukan sejumlah fakta terkait dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan Pilkada Garut 2018. Dia mengaku memiliki beberapa bukti rekaman dan bukti transfer dari tim sukses salah satu pasangan calon kepada penyelenggaran Pemilu di Garut. “Kami akan buka itu dan juga akan melaporkan temuan ini ke pihak kepolisian,” tuturnya.

Siapa presiden pilihan mu nanti di 2019 ?

Ungkapan serupa juga dilontarkan Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut Budi Rahadian. Dia merasa keputusan KPU yang tidak meloloskan Agus-Imas karena tidak adanya surat keterangan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Garut adalah keputusan yang tidak adil. Sebab menurutnya, surat tersebut masih dalam proses di bapas. “Kami beberapa kali datang ke bapas. Tapi mereka hanya menyampaikan surat keterangan dalam proses, bahwa kami tidak punya data soal Pak Agus,” ungkap dia.

Dengan kondisi seperti itu, lanjutnya, KPU dan Panwaslu Garut seharusnya bersikap arif dan bijaksana menyikapi kekurangan persyaratan yang masih dalam proses. Dia pun membandingkan pasangan Agus-Imas dengan pasangan Iman Alirahman-Dedi Hasan Bachtiar yang sama-sama belum lengkap persyaratannya. Surat pengunduran diri Iman sebagai pegawai negeri sipil (PNS) masih dalam proses. Dedi Hasan Bahtiar juga masih berproses terkait pengunduran diri sebagai anggota DPRD Jawa Barat. Namun pasangan ini berhasil lolos dalam penetapan.

“Seharusnya ini (keputusan yang sama, Red) diterapkan kepada calon itu. Keputusannnya jangan seperti ini. Saya melihat ini sangat kental muatan politis,” tandasnya. (yna)

loading...