Akhinya Maskapai Penerbangan Melunak

25
0
PERIKSA. Penumpang pesawat Garuda Airlines yang baru datang dari Singapura dilakukan pemeriksaan menggunakan thermal detector di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tanggerang. Hal ini sebagai upaya mencegah virus monkeypox Senin (20/5).
Loading...

JAKARTA – Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan penerapan tarif penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal. Hasilnya, tidak ditemukan adanya pelanggaran.

Monitoring dilakukan oleh Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan pada PT Garuda Indonesia Tbk, PT Citilink Indonesia dan PT Sriwijaya Air di Bandara Internasional Kualanamu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti menjelaskan hasil pemantauan penerapan tarif penumpang kelas ekonomi dengan keberangkatan Bandara Kualanamu, tidak ditemukan pelanggaran atas aturan KM 106 Tahun 2019.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada maskapai penerbangan yang telah patuh melaksanakan keputusan tersebut,” kata Polana dalam keterangan persnya, Senin (20/5).

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Bintang Hidayat mengatakan, berdasarkan pantauan maskapaj telah menyesuikan tarifnya.

“Untuk penerbangan menuju ke Jakarta, Garuda Indonesia menetapkan 1 harga yakni kelas tertinggi sebesar Rp 1.799.000, dan menetapkan 1 harga yakni kelas tertinggi untuk Citilink sebesar Rp1.529.150 dan tarif tersebut masih sesuai dengan aturan,” tutur Bintang.

Tarif Batas Atas untuk penerbangan rute Jakarta melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta adalah Rp 1.799.000, dan untuk penerbangan rute Palembang ditetapkan sebesar Rp 1.455.000.

Loading...

Harga tersebut ditetapkan oleh maskapai Garuda Indonesia sebagai kelompok penerbangan dengan layanan full service yang diperbolehkan memberikan tarif tertinggi sebesar 100 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditentukan dalam KM 106 Tahun 2019.

Sementara maskapai Sriwijaya sebagai penerbangan dengan layanan medium service diperbolehkan memberikan tarif tertinggi sebesar 90 persen dari TBA yang teloah ditentukan dalam KM 106 Tahun 2019.

Nah berdasarkan hal tersebut, pelanggaran tidak ditemukan dalam penerapan tarif penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kepada Srijaya Air pada tujuan Jakarta Rp 1.619.100 atau 90 persen dari TBA.

Begitu pula dengan tujuan Padang sebesar Rp 928.800 atau 90 persen dari TBA sebesar Rp 1.032.000.

Maskapai Citilink dengan penerbangan pelayanan no frills diperbolehkan memberikan tarif tertinggi sebesar 85 persen dari TBA yang telah ditentukan dalam KM 106 Tahun 2019.

Berdasarkan hal tersebut, tim pemantau tidak menemukan pelanggaran karena maskapai memberikan tarif sebesar Rp1.529.150 untuk tujuan Jakarta melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta atau 85 persen dari Rp1.799.000 dan memberikan tarif sebesar Rp1.563.150 atau 85 persen dari Rp1.839.000 melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Begitu pula dengan penerbangan tujuan Yogyakarta, Citilink memberikan tarif sebesar Rp 1.872.550 atau 85 persen dari Rp 2.203.000.

Kemenhub berjanji akan terus memantau tarif manskapai. Hal itu dilakukan agar masyarakat dapat menjangkau penyesuaian tarif yang diberlakukan Kemenhub.

Kami terus melakukan pemantauan terhadap maskapai dalam memberlakukan tarif agar tidak melebihi ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat dapat menjangkaunya,” ujar Polana.

Pengamat Penerbangan, Alvin Lee mengapresi maskapai mematuhi aturan baru yang dikeluarkan Kemenhub. Sejatinya memang aturan yang dibuat harus dipatuhi maskapai di Tanah Air. “Bagus. Tidak ada pelanggaran,” kata Alvin Lee kepada Fajar Indonesia Network (FIN).

Alvin mengungkapkan sejak dibelakukan TBB dan TBA tahun 2016, tidak ada satupun maskapai yang berani melanggar regulasi tersebut. Jadi, menurut dia, tidak ada yang istimewa soal regulasi tersebut.

“Tidak ada yg baru atau istimewa,” pungkas Alvin Lee.

Seperti diketahui, Kemehub telah menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan No. 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal dalam negeri yang ditandatangani pada Rabu (15/5) malam. Tarif ini mulaiberlaku pada Sabtu 18 Mei 2019.

Terbitnya kebijakan tersebut merupakan aktualisasi dari hasil rapat koordinasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menugaskan Kemhub untuk melakukan perubahan KM 72 tahun 2019. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.