Akhir dari Penantian Selama 38 Tahun

11
0
SELEBRASI. Para pemain Flamengo melakukan selebrasi usai menjuarai Copa Libertadores.

PERU – Suporter Flamengo hanya mengenal dua nama strikernya jika menyinggung Piala Copa Libertadores. Arthur Antunes Coimbra alias Zico dan Gabriel Barbosa. Dua gol Zico ke gawang Cobreloa pada 23 November 1981 membawa Rubro Negro-sebutan Flamengo meraih titel Copa Libertadores pertama kalinya.

Kejadian itu terulang 38 tahun kemudian. Di tanggal yang sama, Flamengo kembali merebut Piala Champions Amerika Latin untuk kedua kalinya. Ya, Final Copa Libertadores 2019 berlangsung dramatis, dini hari kemarin. Dua Gol Gabriel Barbosa di menit akhir memastikan Flamengo menjadi juara usai menang 2-1 atas River Plate. Gabigol, sebutan Gabriel Barbosa benar-benar menjadi reinkarnasi Zico.

Dua gol Barbossa di tiga menit terakhir memupus harapan River Plate kembali merajai sepakbola Amerika Latin. “Gabigo…gabigol,” teriakan para suporter mengelukan namanya memenuhi seluruh tribun Stadion Monumental, Lima, Peru. Publik sepak bola Brasil dibuat terheran-heran atas aksi bomber pinjaman Inter Milan itu.

Setelah hijrah dari Santos, Barbosa menjadi salah satu pemain sepak bola paling kontroversial di Brasil. Badan penuh tato, selalu absen latihan dan sesumbarnya membuat sosok Barbosa dicap bengal dan pemberontak.

Di Serie A Brasil, ia disebut “marrento”, jika diterjemahkan berarti keras kepala, tanpa kompromi dan sombong. Ia pertama kali menjadi berita utama dengan Santos pada tahun 2014 ketika, sebagai seorang remaja, ia mengakhiri musim pertamanya sebagai pencetak gol terbanyak dan kemudian membantu mereka memenangkan kejuaraan negara bagian Paulista musim berikutnya.

Namun, stigma tersebut tak menggeser keputusan entrenador Flamengo Jorge Jesus mendepaknya dari starting XI. Hasilnya pun nyata, nama Barbosa menjadi satu dari sekian legenda klub Kota Rio De Janeiro tersebut.

Bagi Flamengo, bertemu River Plate di laga puncak menjadi momen krusial. Ini adalah kali pertama laga puncak Copa Libertadores berlangsung dalam sistem single match, sebelumnya selalu diberlakukan format home-away.

Di sisi lain, River yang berstatus sebagai juara bertahan tengah diselimuti konfidensi tinggi. Selang 14 menit laga berlangsung, Los Millonarios, julukan River Plate, sudah unggul lebuh dahulu lewat sontekan Rafael Santos Borre.

Pemain berpaspor Kolombia ii mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan kegagalan bek Flamengo menghalau umpan tarik Ignacio Fernandez.

Hingga turun minum, skor 1-0 untuk kemenangan River tak berubah. Para fans Flamengo dibuat bosan, oleh serangan timnya tak menemui sasaran. Saat gelar juara sudah di depan mata River, Gabigol muncul sebagai pahlawan.

Top skorer Flamengi ini membobol gawang Franco Armani di menit ke-89 menuntaskan umpan dari Giorgian de Arrascaeta. Satu menit setelah perpanjangan waktu, Gabigol kembali mencetak gol keduanya. Sepakan kerasnya membobol gawang River Plate dan mengunci gelar juara Copa Libertadores untuk kedua kali.

Gabigol baru berusia 22 tahun saat bergabung dengan Flamengo, Januari lalu dengan status pinjaman dari Inter Milan. Dia adalah pencetak gol terbanyak di Copa dan Serie A Brasil, dan pantas menerima julukannya Gabigol.

Keberhasilan Flamengo menjuarai Copa Libertadores juga membuat mereka berhak menjadi wakil CONMEBOL di Piala Dunia Antar Klub 2019. Turnamen ini akan berlangsung pada 11-21 Desember mendatang di Qatar. Mereka akan menyusul Liverpool (UEFA), CF Monterrey (CONCACAF), Hienghene Sport (OFC), Esperance de Tunis (CAF) dan Al-Sadd SC (tuan rumah) yang telah mengunci tiket tersebut. (fin/tgr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.