Akibat Gempa, Kerusakan Rumah Didata Ulang

304
0
Nana Suryana / Radar Tasikmalaya VERIFIKASI. Seorang petugas tim verifikasi sedang mendata ulang kerusakan rumah di Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran kemarin.

PARIGI – Sebanyak 31 tim verifikasi terpadu dari instansi pemerintah dan relawan mulai turun ke lapangan untuk melakukan validasi data kemarin (18/12). Mereka mendatangi rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa Tasikmalaya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan tim disebar ke 10 kecamatan dengan komando terarah dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana di Posko Tanggap Darurat, Desa Margacinta Kecamatan Cijulang. “Dari tiap kecamatan dibagi lagi menjadi beberapa tim untuk mendata kembali ke setiap desa. Anggota tim dibekali data sementara kerusakan bangunan yang sebelumnya masuk ke Pusdalops PB,” ungkapnya.

Tim verifikasi itu, terang dia, mendata ulang kebenaran informasi yang dilaporkan. “Ada tiga kriteria yang dicantumkan sesuai validasi di lapangan. Apakah rusak ringan, sedang atau berat,” jelas dia.

Menurut dia, tim verifikasi juga wajib mengirimkan foto bangunan rusak lengkap dengan data pemilik rumah dan titik koordinat melalui aplikasi khusus di smartphone. Data hasil verifikasi itu nantinya akan menjadi acuan pemberian bantuan kepada warga yang rumahnya rusak.

Ketua Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Pangandaran mengatakan pihaknya mengerahkan 20 anggota untuk membantu verifikasi data kerusakan bangunan. “Di lapangan kita melakukan cek ulang berdasarkan data yang masuk Pusdalops PB, ada penambahan data baru yang kami temukan., Namun juga ada pengurangan. Karena kami anggap kerusakan sangat ringan dan tidak menimbulkan bahaya terhadap pemilik rumah,” tutur dia.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menargetkan verifikasi data kerusakan bangunan akibat gempa bisa selesai dalam waktu tiga hari. Untuk itu, dirinya menginstruksikan pembentukan tim verifikasi terpadu dari unsur pemerintah daerah dan relawan.

Pemberian bantuan sembako, kata dia, akan diberikan kepada korban yang rumahnya rusak dalam kategori berat. “Pemerintah daerah tidak akan memberikan bantuan berupa uang tunai. Namun, berupa bahan bangunan yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan menurut data hasil tim verifikasi,” ungkapnya.

Jeje menambahkan masa tanggap darurat bencana alam mulai berlaku 16 Desember sampai tanggal 22 Desember 2017. Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasa.

Informasi yang dihimpun Radar, data sementara hasil verifikasi yang masuk ke Pusdalops Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 22 rumah rusak berat, 85 rumah rusak ringan dan 37 rusak sedang. Sementara itu, data laporan kerusakan yang masuk ke Pusdalops PB dari berbagai sumber mencatat sebanyak 461 bangunan rusak akibat gempa. Dengan rincian, 255 rumah rusak berat, 115 rusak sedang dan 74 rusak ringan. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.