Kawasan Bisnis Tanah Abang Lumpuh, 257 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan

Akibat Kerusuhan, Kerugian Tembus Rp 60 Miliar

76
foto: Fajar Indonesia Network (FIN) IBU KOTA MEMANAS. Situasi dan kondisi Jakarta tepatnya di depan Kantor Bawaslu RI saat kerusuhan 22 Mei 2019. Petugas terlihat menyemburkan gas air mata guna membubarkan massa aksi.

JAKARTA – Rusuh aksi massa menolak hasil Pemilu 2019 di kawasan Jalan Thamrin hingga Tanah Abang, Rabu (22/5) dinihari berdampak lumpuhnya kegiatan ekonomi di sekitar lokasi. Salah satunya Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pantauan Fajar Indonesia Network (FIN), pasca kerusuhan, tak satu pun kegiatan ekonomi berjalan di Pasar Tanah Abang.

Hal ini jelas berdampak kerugian bagi pedagang atau pengusaha di kawasan tersebut.

Salah satunya, Udah Ridwan (40), pedagang kaki lima yang biasa berjualan di Jalan Mas Mansyur, Tanah Abang, tepatnya di depan Masjid Al-Ma’mur.

“Kalau dibilang rugi ya pasti. Tapi saya sendiri tak masalah dan merasa tak terusik dengan aksi massa ini, karena buat saya mereka sedang bela agama dan saya pun mendukungnya. Uang bisa dicari lain waktu,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Rabu (22/5) siang.

Menurutnya, usaha pakaian yang digelutinya sejak 1984 ini sudah tutup sejak kemarin. Usai adanya kabar akan ada aksi unjuk rasa di Kantor Bawaslu, begitu juga dengan pedagang-pedagang lainnya di lokasi tersebut.

“Sama pedagang di sini juga sudah tutup dari kemarin, tapi Pasar Tanah Abang sih baru hari ini tutup, kemarin masih buka,” kata pria asal Sumatera Barat ini.

Dihubungi terpisah, Promotion Manager Pusat Perbelanjaan Tanah Abang Hery Supriyatna mengakui para pedagang di Pasar Tanah Abang terpaksa menutup tokonya untuk mengantisipasi kerusuhan yang lebih besar dalam aksi 22 Mei.

“Pedagang yang berinisiatif menutup tokonya pasca kerusuhan semalam, dan saat ini kondisinya di Pasar Tanah abang sendiri sudah aman terkendali,” kata Hery dihubungi wartawan, Rabu (22/5).

Hery mengungkapkan dampak dengan tutupnya Pasar Tanah Abang, dan tidak adanya aktivitas jual-beli tentu merugikan pedagang. Kerugian diprediksi mencapai miliaran rupiah.

“Jadi, potensi kerugiannya adalah tidak adanya pemasukan uang hasil penjualan para pedagang, karena terpaksa menutup tokonya saja. Nilainya diperkirakan mencapai miliaran,” ujar Hery.

Menurutnya, perkiraan kerugian itu dihitung dari jumlah toko yang ada, seperti untuk Blok A, B, F dan lain-lain dengan estimasi ada 20.000 kios. Kalaupun rata-rata pendapatan terendah Rp 2 – 3 juta per hari, maka minimal potensi kerugian mencapai Rp 40 hingga Rp 60 miliar.

“Estimasi saja kalau kawasan Tanah Abang ada 20 ribu kios, jika rata-rata per hari omzet mereka Rp 2-3 juta per kios, bisa dihitung berapa kerugian yang ada,” urainya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan secara keseluruhan wilayah DKI Jakarta dalam keadaan aman dan kondusif.

“Karena itu, silahkan masyarakat di kawasan selain Tanah Abang beraktivitas normal seperti biasanya,” kata Anies saat meninjau lokasi terbakarnya dua bus Brimob di Jalan Brigjen Katamso, Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (22/5).

Anies mengimbau masyarakat menghindari kawasan Tanah Abang dan sekitarnya. Alasannya karena suasana di wilayah tersbeut belum kondusif, pasca kerusuhan 22 Mei dini hari.

Namun, Anies memastikan penanganan kerusuhan terus dilakukan hingga wilayah tersebut benar-benar kondusif, tertib, dan aman.

“Saya telah bertemu dengan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya untuk membahas penanganan kerusuhan,” katanya.

Anies meminta masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas secara normal. “Saya meminta warga Jakarta berkegiatan seperti biasa, menjelang buka puasa juga seperti biasa, Insya Allah tidak ada apa-apa,” ujar Anies.

Anies berpesan massa aksi dan aparat keamanan untuk tetap tertib. Massa aksi tertib dalam menjalankan unjuk rasa. Sementara aparat keamanan, tetap mematuhi prosedur yang berlaku.

Terkait layanan di Pemerintahan Provinsi Jakarta, Anies mengatakan berjalan seperti biasa. Tak ada layanan yang terganggu. “Enggak, di DKI bekerja seperti biasa termasuk kantor kita di Tanah Abang beroperasi seperti biasa,” kata Anies.

Sebagai bukti wilayah Jakarta yang lainnya aman adalah aktivitas perdagangan di Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok Jakarta Barat berjalan normal. Perdagangan tak terpengaruh dengan aksi kerusuhan.

Namun, sebagian besar pedagang menutup toko lebih cepat. Toko ditutup sekitar pukul 13.30 WIB. “Pengunjung sepi sekarang ini. Karena takut keluar rumah. Tetapi toko masih tetap buka seperti biasa. Tetap melayani pembeli seperti biasa,” ujar salah satu pedagang, Yuliana.

Para pedagang tetap melakukan aktivitasnya karena merasa yakin dengan penjagaan yang dilakukan TNI dan Polri yang ada di sekitar lokasi.

257 Ditetapkan Tersangka

Situasi dan kondisi di Ibukota Negara panas sejak pukul 20.00 WIB, jumlah massa terus bertambah dan sebarannya kian meluas. Tak terelakan, kerusuhan pecah tepat depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI), Jakarta, Rabu (22/5).

Sekitar pukul 20.15 WIB, massa yang berada di perempatan Bawaslu dan Mandiri Tower mulai memprovokasi tepat sebelum pasukan Brimob yang berjaga di depan Bawaslu melakukan pergantian barisan depan. Pelemparan batu, botol petasan, dan bom molotov diarahkan ke arah pasukan keamanan.

Pos polisi yang terletak di persimpangan juga terbakar dan terlihat dua tameng polisi berhasil direbut massa. Sejauh ini Polda Metro Jaya menetapkan 257 tersangka yang terlibat aksi kericuhan 21-22 Mei pada tiga daerah berbeda di Jakarta. “Para tersangka diamankan petugas di daerah Gambir, Bawaslu, dan Petamburan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Dari tangan pelaku pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti seperti HP, cerulit, petasan dan mercon. “Selain di Gambir, polisi juga mengamankan 72 tersangka yang melakukan perlawanan kepada petugas di Kantor Bawaslu serta 166 tersangka di kawasaan Petamburan Jakarta Pusat,” terangnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy memantau langsung pergerakan massa di kawasan Slipi. Massa yang masih bertahan berada di kawasan Kemanggisan dan Jalan Katamso. Gatot juga memantau anak buahnya yang sedang bertugas dan berbuka puasa. “Saya turun untuk mengawal rekan-rekan di lapangan. Memberikan support dan berupaya mendinginkan situasi,” singkatnya.

Sebelumnya, politisi senior Amien Rais bersama massa datangi Bawaslu. Ia mengimbau massa yang berunjuk rasa memprotes hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019 di depan Gedung Bawaslu tidak melakukan kekerasan. “Jadi saya menyampaikan turut berjuang, tidak ada kata kekerasan, tidak merusak bangunan, tidak menginjak rumput, seperti aksi bela Islam yang sangat indah itu,” ujar Amien Rais.

Massa yang hadir dimintanya menjaga hubungan baik dengan TNI dan Polri yang berada di lokasi. Amien Rais menegaskan kerusuhan yang terjadi pada Selasa (21/5) malam hingga Rabu dini hari justru mencederai demokrasi di Tanah Air.”Saudara sekalian saya tidak bicara banyak, tetapi peristiwa tadi malam sungguh telah merusak anyaman demokrasi kita. Mudah-mudahan yang menembaki itu bukan orang resmi Polri,” tutur Amien Rais.

Ia meminta massa mendoakan peserta aksi yang luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit. Ada pun aksi massa di depan Gedung Bawaslu RI terpantau kondusif dan tertib. Peserta aksi yang terpusat di persimpangan Jalan M.H. Thamrin dan Wahid Hasyim menyuarakan aspirasi mereka bergantian dengan orasi serta meneriakkan yel-yel dan bertepuk tangan.

Pernyataan Amien Rais ini berbeda dengan apa yang dipaparkan Ketua Umun Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. “Ini enggak main-main, harus kita bisa rajut kembali, harus kita bisa jahit, harus kita persatukan kembali, barulah itu namanya Indonesia menang,” kata Zulkifli.

Dengan cara apa? menurut Ketua MPR itu, dengan cara damai, dialog, dan tentu silaturahim seperti yang dilakukannya dengan Presiden Jokowi. Ia meyakini, kalau ketemu, pasti ada solusi, jalan keluar. Tapi kalau tidak, tentu akan sulit. “Jadi sekali lagi, yang menang nanti, Indonesia menang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Zulkifli Hasan mengajak semua pihak di bulan suci Ramadan ini, bulan yang harusnya saling menyayangi, mencintai, membantu, dan memberi. “Demokrasi membutuhkan kesabaran, bahkan ekstra kesabaran. Oleh karena itu, sekali lagi ia mengajak pemerintah bisa menyelesaikan dengan damai, dan juga seluruh rakyat Indonesia juga merespon ini dengan dialog dan silaturahim,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Zulkifli, di MK nanti masing-masing tim bisa menjelaskan segala persoalan yang dihadapi, terbuka. Bila perlu disiarkan oleh media. TKN juga bisa menyampaikan hasil-hasil mereka. KPU juga bisa memaparkan sehingga nanti bisa ditemukan fakta yang betul baru nanti hakim, yang diyakini akan profesional, untuk mengambil keputusan. “Itulah cara-cara yang dibenarkan oleh konstitusi kita,” tutur Zulkifli Hasan. (ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.