Akibat Tidak Mematikan Mesin Saat Mengisi BBM, POM Bensin Cibadak Sukabumi Kebakaran

149

SUKABUMI – Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-43307, di Kampung Sekarwangi RT 03/19, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, hangus terbakar, Jumat (19/4).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Berawal saat mobil bak terbuka jenis Carry bernopol F 8194 UZ, yang dikemudikan Asep Nailul Fahri (35), mengisi bensin di pom tersebut dengan keadaan mesin masih menyala.

Naas, tiba-tiba api menyambar menghanguskan mobil carry dan tiga mobil lainya yang terparkir di pom. Beruntung, sopir carry berhasil menyelamatkan diri dari dalam mobil dan mengalami luka di wajah dan kakinya, sehigga harus mendapatkan perawatan di RS Sekarwangi Cibadak.

Mobil tersebut hangus hanya tersisa rangka dan mesin, termasuk satu mesin dispenser pom.

Unit Manager Communication Relation dan CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami menjelaskan, insiden kebakaran di SPBU Cibadak terjadi Jumat dini hari, yang dipicu percikan api dari tangki mobil pick up saat mengisi BBM.

“Upaya pemadaman dilakukan petugas SPBU dengan alat pemadam api, dibantu dengan mobil pemadam kebakaran. Api padam sekitar pukul 02.00 WIB.

Kerugian material akibat kebakaran yakni dispenser, pulau pompa SPBU tidak bisa dioperasikan, dan mobil pick up yang turut terbakar,” jelas Dewi kepada wartawan, Jum’at (19/4).

Lanjut Dewi, masyarakat bisa mendapatkan BBM di SPBU lain yang berdekatan, yakni di SPBU 34.43315 di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cibadak atau SPBU 34.43302 di Jalan Raya Cibadak.

SPBU alternatif berjarak sekitar 500 meter hingga 1 KM dari SPBU Sekarwangi Cibadak.

“Untuk stock BBM aman dan telah kami siapkan back up stock, karena hari ini merupakan libur panjang. Kami terus memantau pasokannya, agar masyarakat tetap nyaman saat melakukan perjalanan ke Sukabumi dan sekitarnya,” kata Dewi.

Ia meminta, konsumen agar tetap mengutamakan aspek keamanan saat mengisi BBM di SPBU, seperti mematikan mesin kendaraan, serta tidak menggunakan telepon seluler. “Karena itu bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan seerti saat ini,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sopir Carry sekaligus korban kebakaran asal warga Kebon Jeruk RT 001/003, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Asep Nailul Fahri menerangkan, ketika kejadian dirinya tengah mengisi bensin di SPBU tersebut dan mobil dalam keadaan masih menyala.

Ia tidak menyangka ada api langsung menyambar dirinya. “Ya, secara tiba-tiba api menyambar muka saya, karena kaget saya langsung berusaha melarikan diri dan loncat dari dalam mobil keluar,” terangnya.

Lanjut Asep, setelah itu langsung tidak sadarkan diri, sadar-sadar sudah ada di RSUD Sekarwangi Cibadak. “Gak sadar tau-tau saya sudah ada dirumah sakit. Muka dan kaki yang terbakar,” ulasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cibadak, Iptu Madun menjelaskan, hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebabnya kebakaran tersebut.

Kebakaran ini diduga karena mesin mobil dalam keadaan hidup saat pengisian bahan bakar hingga mengakibatkan korsleting dan mengeluarkan semburan api.

“Kami akan mencari keterangan dari saksi saat kejadian dan terus menyelidiki penyebab kebakaran ini apakah disengaja ataupun penyebab lainnya,” jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Namun tak ada korban jiwa, hanya ada seorang pengemudi mobil yang mengalami luka bakar di bagian lengan dan kakinya.

“Akibat kebakaran ini, empat mobil rusak dan satu orang mengalami luka dibagian wajah dan kakinya,” pungkasnya.

(dhe/pojoksatu/jpr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.