Akselerasi Pendidikan dengan Merdeka Belajar

258
0
H Budiaman Sanusi SSos

TASIK – Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos menyambut positif kebijakan Merdeka Belajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Kebijakan Merdeka Belajar ini meliputi penilaian Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) secara komprehensif, perubahan sistem Ujian Nasional (UN), penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan penerapan sistem zonasi yang lebih fleksibel.

Dengan empat kebijakan baru tersebut, Budiaman berharap kurikulum yang akan dibuat betul-betul sesuai dengan kebutuhan lokal dan global.

“Tidak masalah kalau menyesuaikan kebijakan dari pusat karena kita tidak bisa menolak itu (merdeka belajar, Red). Mudah-mudahan akan lebih baik untuk percepatan peningkatan mutu pendidikan,” kata dia kepada Radar, Selasa (17/12).

Lanjutnya, melalui Merdeka Belajar ini maka peraturan zonasi lebih fleksibel yakni jalur zonasi minimal 50 persen, jalur afirmasi 15 persen, jalur pindahan maksimal 5 persen dan 30 persen jalur prestasi.

“Terkait kebijakan PPDB, kita akan mengubah Perwalkot Tasikmalaya. PPDB 2020 akan mengatur 50 persen jalur zonasi dan 50 persen sisanya jalur afirmasi, jalur tahfiz, jalur prestasi dan jalur perpindahan,” ujarnya.

Adapun dalam penyederhanaan RPP, sambungnya, Kemendikbud mengajak guru untuk bebas membuat, menggunakan hingga meng-update format RPP-nya.

“Tidak apa-apa pergantian kurikulum sah-sah saja. Namun guru harus bisa cepat beradaptasi dan menyesuaikan kurikulum baru,” katanya.

Berbicara mengenai UN, sambungnya, pada 2021 akan diganti dengan assessment kompetensi minimum dan survey karakter menggunakan literasi, kemampuan bernalar menggunakan numerasi dan penguatan pendidikan karakter.

“Kita tidak perlu khawatir karena anak-anak kita sudah terbiasa dengan pendidikan karakter dan kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Senada, Pengawas SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah XII Drs Dadang Abdul Patah MM merespons positif kebijakan Merdeka Belajar.

“Saat ini kami mendorong bagaimana orang tua memberikan motivasi kepada anak agar mau belajar dengan baik dan guru memberikan kebebasan berpendapat kepada siswa. Hal yang terpenting, kebebasan ini harus terukur , ada aturan norma dan etika,” katanya

Selain itu, kebijakan Merdeka Belajar ini harus mampu membawa perubahan, terutama dalam menambah keterampilan dan pengetahuan siswa.

Pada akhirnya, diharapakan siswa bisa menghasilkan prestasi tingkat lokal, nasional bahkan prestasi internasional. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.