Akses Masuk Ciamis Diperketat oleh 20 Tim di Perbatasan

1916
0
ISTIMEWA RAPAT. Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM dan Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra memimpin rapat terbatas dengan para kepala dinas dan perwakilan Forkopimda terkait karantina wilayah lokal terbatas Senin (30/3).

CIAMIS – Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM telah menandatangani surat edaran tentang Karantina Lokal Terbatas. Dengan surat tersebut, maka akses keluar masuk Ciamis di perbatasan-perbatasan akan diketatkan. Sebanyak 20 tim pun dibentuk untuk melaksanakan tugas di pintu masuk dan keluar Ciamis mulai 31 Maret 2020 sampai 30 April 2020.

Surat edaran yang ditandatangani Bupati Ciamis Herdiat Sunarya MM itu bernomor : 443/44-Huk/2020 tentang Karantina Lokal Terbatas untuk Antisipasi Penyebaran Virus Corona Covid-19 di Kabupaten Ciamis.

Baca juga : Slamet Loncat ke Sungai Citanduy Ciamis, Besoknya Ditemukan tak Bernyawa

Dalam surat tersebut, Bupati memerintahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk melakukan Karantina Lokal Terbatas. Caranya, mendirikan pos penjagaan di setiap perbatasan Kabupaten Ciamis. Itu untuk pengetatan pemeriksaan terhadap kendaraan bus atau non bus beserta penumpangnya yang akan melintas ke wilayah Kabupaten Ciamis.

Petugas yang berada di pos penjagaan perbatasan itu antara lain petugas medis, TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 lainnya.

Tak hanya memperketat perbatasan, tim gabungan tersebut juga bersiaga di terminal-terminal. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan kepada penumpang bus atau non bus, terutama yang berasal dari daerah zona merah. “Serta melakukan penyemprotan cairan disinfektan di terminal bus atau non bus, menyediakan hand sanitizer dan cairan antiseptic di tempat-tempat terbuka di lokasi terminal bus atau non bus,” ujar Bupati Herdiat usai rapat di halaman Pendopo Ciamis Senin (30/3).

Loading...

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis Drs H Endang Sutrisna MSi menambahkan, tim gabungan yang bertugas di perbatasan-perbatasan Ciamis itu akan melakukan pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Kabupaten Ciamis.

Dia menyebut beberapa perbatasan yang akan menjadi lokasi pemeriksaan diantaranya Cihaurbeuti, Karang Resik, Banjar, Cirahong, Panawangan dan banyak lagi lokasi masuk Ciamis dengan daerah lainnya. Termasuk jalan-jalan kecil.

“Mengenai personil, kita sesuaikan dan bisa dibentuk sampai 20 tim lebih,” papar Kadishub.

Nanti, kata Kadishub, tim gabungan dari berbagai unsur itu menjalankan standar operasional prosedur (SOP). Kendaraan yang masuk ke Ciamis akan diberhentikan. Kemudian dicek tujuan penumpang dan sopir kendaraan tersebut.

Contoh, kata Kadishub, ada bus mau ke Solo. Tim gabungan nanti melakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian dipersilahkan melanjutkan perjalanan.

Penumpang di kendaraan kecil juga ditanya; mau ke mana? Kalau hanya melintasi ke Ciamis dibolehkan. “Kalau ada bus umum juga berhentikan penumpangnya ditanya mau ke mana dan orang mana? Kalau memang orang Ciamis didata dari mana. Contoh dari Jakarta ditulis mau ke mana, baik dusun, desa atau kecamatan namanya itu dicatat,” ujarnya.

“Dari data itu (pemudik yang datang dari zona merah Covid-19, Red) tercatat menjadi ODP (Orang Dalam Pemantauan, Red). Kalau pengecekan suhu tubuh ada penumpang panas, kan ada Dinas Kesehatan yang akan melakukan tindakan, amankan langsung,” jelasnya. Pengetatan di wilayah perbatasan, kata Endang, mulai 31 Maret-30 April 2020.

Lalu berapa pemudik yang sudah tiba di Ciamis sampai Senin (30/3). Menurut Endang, sampai kemarin telah terdata oleh Dinas Kesehatan bahwa jumlah pemudik yang tiba di Ciamis mencapai 8.200. Kemungkinan pemudik akan terus berdatangan.

Baca juga : Pemkab Ciamis Terapkan Karantina Lokal Terbatas, 4.200 Orang dari Zona Merah Pulang Kampung

Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Ciamis Ekky Brata Kusuma menjelaskan apa yang disarankan Dishub soal penyemprotan bus, kantor dan lainnya telah pihaknya lakukan.

Ekky menyampaikan untuk awak angkutan Ciamis sampai saat ini masih berjalan. Mereka membiasakan diri hidup bersih.

“Kita harus mengantisipasinya hidup bersih cuci tangan serta kita selalu berdoa dan ikhtiar saja,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.