Akses Siswa & Guru ke SD di Kota Tasik Ditutup Warga

184
0
DIPAGAR. Akses depan menuju SDN 02 Tugu ditutup pagar panel beton di Jalan Mayor SL Tobing, Cihideung, Kamis (1714).

CIHIDEUNG – Akses jalan menuju SDN 02 Tugu di Jalan Mayor SL Tobing Kecamatan Cihideung ditutup, lantaran pemilik lahan mengklaim sejumlah luasan tanah di lokasi tersebut merupakan milik keluarga.

Saat ini, memang tidak terlalu menjadi persoalan lantaran para siswa belakangan ini menjalani proses kegiatan belajar mengajar secara daring.

Termasuk, saat ini pun dalam kalender pendidikan sudah memasuki masa libur. Di sisi lain, Lurah Tugujaya Dudu mengungkapkan ada keresahan dari para guru dan warga yang tidak dapat mengakses dari Jalan Mayor SL Tobing. Lantaran adanya penutupan akses masuk dengan pagar, sejak awal September lalu.

“Sebetulnya berbagai pihak sudah berunding dan musyawarah bersama, namun hasilnya tetap ditutup,” ujarnya kepada Radar, Kamis (17/12).

Kepala SDN 02 Tugu Kecamatan Cihideung, H Ma’mun SPd mengungkapkan akhir November lalu pihaknya kembali melakukan mediasi, bahkan diikuti Dinas Pendidikan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya. Termasuk melibatkan pewaris pemilik lahan tersebut.

Baca juga : Jalan Langkob-Cigalontang Tasik Sudah Bisa Dilalui

“Hasil rundingan itu, pewaris memberi akses jalan selebar 50 sentimeter, sepanjang jalan menuju kompleks sekolah dari Jalan SL Tobing,” katanya.

Menurutnya, pemkot dan pewaris masih mengurusi bukti masing-masing, berkaitan hak atas kepemilikan lahan melalui sertifikat. Nyatanya, terdapat dua sertifikat di bagian depan sekolah, bagian barat sekolah yang merupakan lahan bagian belakang barat pemilik pewaris.

“Nah, kami berharap ada win-win solution. Tukar guling misalnya, atau apa.

Supaya tidak terjadi adanya pembongkaran kelas, lantaran pewaris lahan memiliki sertifikat tanah itu sejak 1970-an. Sedangkan Pemkot sertifikatnya dimiliki sekitar 2009-an,” jelas Ma’mun.

Dia menceritakan alternatif jalan menuju sekolah, memang masih bisa diakses melalui jalur belakang. Tembusan dari Masjid Al-Barokah, pemakaman umum dan baru bisa sampai sekolah ditempuh memutar dari jalur biasanya di Jalan SL Tobing.

“Namun, dengan akses sulit seperti ini kami meminta kebesaran pewaris untuk membuka akses jalan yang sudah ditutup. Sehingga guru dan siswa juga masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut,” harap Ma’mun.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cihideung Achmad Patoni SPd MPd menjelaskan eloknya pemilik lahan memiliki rasa empati ketika hendak memanfaatkan lahan warisnya. Ketika pada sebagian lahannya terdapat bangunan sekolah atau akses umum yang dibutuhkan masyarakat.

“Mengingat sekolah merupakan tempat untuk membangun SDM bagi bangsa. Seharusnya pemilik tanah paham bisa menghibahkan untuk kebermanfaatan umum, bukan mengejar nilai ekonomis,” ujarnya.

Ia pun mengibaratkan jalan raya yang dilewati rel kereta api jalur Tasik – Garut juga merupakan aset PT KAI. Karena untuk akses jalan bisa dilewati semua jenis kendaraan umum. “Maka yang saya harapkan pihak terkait bisa menghasilkan keputusan yang bisa diterima semua pihak,” kata Achmad.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos meminta kebaikan hati dari pemilik lahan supaya warga sekolah bisa tetap mengakses melalui jalur utama.

Lebih baik lagi, ketika dapat menghibahkan lahannya bagi aksesibilitas warga dan sekolah. “Kalau adanya pemagaran jalan ke sekolah haknya pemilik tanah, kalau itu benar. Namun karena untuk hajat masyarakat minta kebaikannya memberikan akses jalan yang layak,” ujarnya. (igi/riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.