Akses Wisata Religi Pamijahan dan Pantai Cipatujah Tasik Ditanami Pohon

3596
5

SODONG HILIR – Ditengah Pandemi Covid-19, Warga Desa Sodong Hilir Kecamatan Sodong Hilir Kabupaten Tasikmalaya menanam pohon pisang dan kapol di tengah jalan.

Pasalnya, akses menuju wisata religi Syeh Abdul Muhyi di Pamijahan dan wisata laut Cipatujah itu kondisinya memprihatinkan, rusak berat dan sudah tidak layak dilalui kendaraan.

Parahnya, perbaikan jalan penghubung antar kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya itu terakhir dilakukan pada tahun 2011.

Sejak saat itu, warga dan pengendara terpaksa harus beradu nyali melintasi jalan utama di kampung Datar Jeruk dan Kampung Cibengang tersebut.

Warga terpaksa menanam pohon pisang lantara kesal, Pemerintah seolah tak mau peduli atas kondisi rusaknya jalan tersebut.

“Ini antiklimaks, masyarakat sudah sangat kesal karena memang jalan ini sudah lama tidak diperbaiki, sudah hampir 10 tahun. Ini ada ada pembiaran dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya khususnya dari Dinas Pekerjaan Umum,” ungkap tokoh masyarakat Desa Sodong Hilir, Ajen Zenal Mustofa, Selasa (26/5).

Mantan anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya tiga periode dari tahun 1999 hingga 2014 ini juga nampak kesal terhadap Pemkab Tasikmalaya yang tak mau tau kondisi jalan lintas Kabupaten tersebut.

Bahkan kata dia, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tasikmalaya sendiri tidak pernah mengunjungi jalan tersebut, sehingga wajar jika terkesan ada pembiaran.

Mirisnya kata dia, jalan di dua wilayah yakni Datar Jeruk dan Cibengan itu merupakan jalur penghubung antar Kecamatan dan antar Kabupaten.

Jalur utama tersebut banyak digunakan masyakar untuk akses sehari-hari dan jalur alternatif mudik lebaran.

“Jalur ini juga merupakan jalur destinasi wisata bahkan rengking di APBD Kabupaten Tasikmalaya juga ketiga di anggaran skala prioritas,” ungkapnya.

“Ini jalur Pamijahan dan jalur menuju wisata Cipatujah yang kesananya jalur selatan tembus ke Kabupaten Pangandaran dan Garut,” sambungbya.

Pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi tersebut, Sambas Mulyana berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera memperbaiki jalan karena jika kondisinya rusak.

Warga terhambat dari berbagai sektor terutama memperlambat perekonomian. “Resikonya banyak, ekonomi lambat karena akses jalan rusak jadi menyulitkan transportasi, belum lagi banyak pengendara yang kecelakaan,” ucap dia.

Warga Desa Sodong Hilir, Asep Saputra bahkan mengajak Bupati Tasikmalaya untuk mengunjungi dan melihat kondisi jalan tersebut.

“Hayu atuh kepala daerah iraha bade kadieu (Sodong Hilir,Red). Iyeu tingali jalan di didieu awon pisan, iraha bade dilereskeun. Teu aya anggaran ayeuna mah sumping we heula supados terang kondisina,” ajak Asep.

Kepala Desa Sodong Hilir, Lilis Khoirotul Arifin mengatakan, usulan dari desa melalui Musrenbang Desa setiap tahun disampaikan ke Pemerintah Kabupaten.

Namun kata dia, tidak pernah ada realisasi perbaikan jalan.” Setiap tahun sudah diusulkan untuk diperbaiki, tapi tidak ada realisasi,” keluhnya.

“Masyarakat sudah mendambakan jalan bagus, akses lalu lintas lancar. Karena sangat terasa sekali dampaknya ketika jalan rusak,” harapnya.

Senada dengan itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sodong Hilir, Drs Endang Rustandi berharap pemerintah Kabupaten segera memperbaiki jalan rusak yang sudah lama belum disentuh perbaikan.

“Solusinya saat ini sering ditambal sulam menggunakan batu dan tanah untuk menutupi jalan yang lubang, karena kalau tidak begitu sudah sulit dilalui kendaraan,” tegasnya.

(Cecep Herdi/Radar Tasikmalaya)

Loading...
loading...

5 KOMENTAR

  1. Bener, jalan2 di kabupaten tasik emang pada ancur..
    cuma jalan provinsi doang yg keliatan bagus ( ciawi – indihiang )..

    di luar jalan itu rata2 ancur..

  2. Jlan alternatif mun mudik k lemur cibuntu euy can di omean keneh ….sok ath k bupati tasik rada di kondisikan survey heula lalu bertindak etamah jalan ancur pisan ambles.

  3. Kab tasik mah parah pisan sarana umumna..jalan dan tempat wisata teu diurus…..parah pisan. Engke mah bupati ulah ti partai lah…kedah nu independent dan modern pamikiranna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.