Aksi Bela Tauhid Umat Muslim Di Ciamis Berlangsung Damai

27

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Ribuan umat muslim yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam (AUI) Kabupaten Ciamis melakukan aksi damai bela kalimat tauhid, Jumat (26/10). Massa aksi ini berjalan kaki mengelilingi Jalan Ir H Juanda dan Jenderal Sudirman yang terfokus di Alun-Alun Ciamis.

Koordinator lapangan (korlap) aksi AUI Kabupaten Ciamis Andi Ali Fikri menerangkan aksi tersebut sebagai bentuk rasa cinta umat Islam terhadap kalimat tauhid. Dia berharap oknum yang membakar bendera bertulisan tauhid di Garut itu bisa dihukum. “Saya kira, setiap perbuatan ada konsekuensinya. Sudah jelas-jelas di Indonesia itu merupakan negara hukum,” terang dia kepada wartawan di sela-sela aksi.

Menurut dia, alangkah baiknya bila menemukan bendera bertulisan tauhid itu tidak dibakar. Tapi diamankan. Pasalnya, tindakan pembakaran itu telah merusak jati diri umat Islam. Diharapkan aparat penegak hukum tidak membiarkan persoalan pembakaran itu. “Kami mengajak kepada seluruh umat Islam untuk menjaga jati diri umat islam dan menjaga bersama-sama kesatuan NKRI,” papar dia.

Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kabupaten Ciamis KH Ahmad Hidayat mengharapkan persoalan pembakaran bendera itu bisa diselesaikan dengan cara islah. Namun, bila harus diproses secara hukum demi kemaslahatan umat itu silakan saja. “Harapan kami di Ciamis aman-aman saja. Tidak ada perpecahan,” jelas dia.

Paur Humas Polres Ciamis Iptu Hj Iis Yeni Idaningsih menyatakan sudah menerjunkan 265 personel untuk mengamankan aksi tersebut. Ditambah 90 anggota Brimob dan 148 anggota TNI. Mereka semua menjaga lokasi unjuk rasa, gereja-gereja, dan Kantor PCNU Kabupaten Ciamis. “Kami bersyukur aksi di Kabupaten Ciamis lancar dan aman,” tutur dia.

Momentum Mengais Rezeki

Aksi damai bela kalimat tau­hid memberi berkah bagi Agus Mulyana (37). Warga Gunung­tan­jung Kecamatan Cipedes Ko­ta Tasikmalaya ini banyak men­dapatkan keuntungan dari menjual ikat bertuliskan kalimat tauhid.

Dalam kesehariannya, Agus menjual kerupuk. Namun, jualan makanan ini lagi sepi. Maka dari itu, dia memanfaatkan momen viralnya pembakaran bendera bertuliskan tauhid di media sosial (medsos). “Saya ngambil 100 ikat. Alhamdulillah laku meski harga Rp 5.000 satunya,” terang dia kepada Radar, Jumat (26/10).

Dia bersyukur keberadaan aksi damai itu memberi berkah kepa­danya. “Karena punya keuntungan lumayan untuk makan anak istri di rumah,” tutur dia. (isr)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.