Aksi Cabut Omnibus Law di Ciamis Ricuh, Polisi Terluka

407
0

CIAMIS – Sekitar 200 orang massa aksi gabungan melakukan unjuk rasa minta pencabutan UU Omnibuslaw Ciptakerja di depan Gedung DPRD Ciamis, berahir ricuh, Kamis (08/10).

Kericuhan itu dipicu karena mahasiswa ingin merangsek masuk gedung wakil rakyat, hingga terjadi dorong-dorongan dengan polisi.

Bahkan pantuan Radar, lemparan batu, botol air mineral hingga sandal pun terjadi.

Akibatnya, ada batu yang menyasar hingga menghantam kepala seorang polisi.

Asalah, Ipda Kusmayadi sebagai Kepala Seksi Pengawasan (Kasiwas) Polres Ciamis, hingga harus mendapatkan perawatan, karena terluka.

Kusmayadi kepada Radar mengatakan, saat pihaknya berada di garis depan menahan dorongan masa yang merangsek ingin masuk ke gedung DPRD.

“Saya tiba- tiba mendapat hantaman  batu yang dilempar massa, hingga mengenai bagian kepala. Saya langsung ke belakang dan diobati oleh medis Polres,”  jelasnya seraya menahan sakit.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi   Ahmad Taufikurohman menuturkan,  bahwa aksi tolak Omnibuslaw Ciptakerja kali ini, memang ada sedikit gesekan dengan aparat kepolisian.

Karena memang DPRD Ciamis tidak kooperatif,  dan yang keluar hanya fraksi Demokrat dan PKS.

Pihaknya tak menyangkan dari 50 Anggota Dewan, namun yang datang dan menandatangani petisi hanya 6 orang.

“Kaki menyayangkan sikap DPRD Ciamis. Jika memang tidak pro rakyat , lalu siapa yang mereka bela saat ini? Aspirasi mana  yang kawal hari ini?” tandasnya.

Dia berpendapat, banyak pasal di undang-undang ketenaga kerjaan yang tidak pro terhadap buruh.

“Jika hari ini tidak berhasil, kami akan tunggu petisi  bisa ditandatangani sampai besok dan apabila  massa tidak bisa menemui semua aggota DPRD ya pasti akan akan datang dengan jumlah yang cukup banyak lagi,” ancamnya.

” Pada intinya kami kecewa dengan DPRD karena tidak mau menemui rakyatnya, karena itu tetap akan aksi lagi dengan berkelanjutan,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Ciamis, Sopwan  Ismail SPSi menuturkan, pihaknya mendukung massa yang menyampaikan aspirasinyaa.

Teelebih Partai Demokrat tempatnya berkiprah, menokak Undang-Undang tersebut.

“Kami akan kawal aspirasi teman-teman dan akan kita sampaikan mengenai aspirasinya ketingkat pusat,” ucapnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.