Aksi Peduli Covid-19, Alumni Pasundan 2 Kota Tasik Bagikan Paket Sembako

121
0

KOTA TASIK – Kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas masyarakat dengan physical distancing untuk meminimalisasi penyebaran penularan virus corona atau covid-19, berdampak pada perekonomian.

Di Kota Tasikmalaya, banyak usaha kecil warga yang mengandalkan kerja harian harus menelan kepahitan, akibat corona. Sebab, semenjak pembatasan ini membuat dagangan mereka sepi pembeli.

Keprihatinan itu turut dirasakan semua pihak.Tak ayal aksi-aksi sosial berdatangan untuk membantu warga terdampak. Salah satunya, yang dilakukan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pasundan 2 Tasikmalaya.

Kepedulian dari IKA Pasundan 2 ini diwujudkan dengan menggulirkan program pemberian bantuan sembako bagi warga terdampak covid-19 di Kota Tasikmalaya.

Sasarannya, pekerja informal seperti pedagang pinggiran, pedagang cilok, penjual gorengan, tukang beca, ojeg dan warga tidak mampu lainnya yang berpenghasilan sekitar Rp 30 ribu per hari.

Ketua IKA Pasundan 2 Tasikmalaya H Kundang Budi mengatakan, penyaluran bantuan sembako ini sebagai salah satu program ketahanan ekonomi keluarga.

IKA berinisiatif membantu masyarakat terdampak dari pembatasan sosial yang di akibatkan Oleh Covid 19 yang semakin merabak di Kota Tasikmalaya.

“Masyarakat yang kita bantu adalah orang yang berpendapatan di bawah, standar garis kemiskinan. Nah, adanya pembatasan sosial dan wilayah ini, kan mereka rasakan langsung (tidak punya pekerjaan). Itulah yang kemudian kami support,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/04) sore.

Program penyaluran bantuan sembako ini sebelumnya hasil dari pembukaan donasi yang dilakukan IKA selama satu minggu terakhir. Hasilnya dirupakan dalam bentuk paket sembako.

Setidaknya untuk penyaluran bantuan tahap pertama ini, ada 500 paket yang dibagikan. Tiap paket berisi beras,telur,mi instan, dan minyak goreng.
Kawasan yang disasar adalah sepuluh Kecamatan di Kota Tasikmaya,Jawa Barat.

“Tim sebelumnya melakukan pendataan kepada masyarakat sekitar. Kami ¬†tanyai yang penjual pinggiran, penjual gorengan dan lainnya,” terangnya.

“Kalau yang di daerah-daerah perkampungan, kami minta kepada para alumni, warga yang sebelum ada wabah (covid-19) betul-betul berpendapatan Rp 30 ribu ke bawah. Baru kami salurkan ke masing-masing,” sambungnya.

Program ini, tambah dia, akan terus digencarkan. IKA juga membuka donasi tahap ke dua agar terus bisa memberikan bantuan kepada warga terdampak di wilayah Kota Tasikmalaya lainnya.

“Iya, nanti tahap berikutnya bergilir ke wilayah lainnya,” tambahnya.

Meski bantuan yang diberikan belum bisa memenuhi kebutuhan satu keluarga untuk jangka waktu yang lama, paling tidak tukas dia, bantuan-bantuan baik dari pemerintah daerah maupun yang lainnya bisa terus berdatangan. Sehingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak bisa tercukupi.

“Kalau itu dalam satu keluarga, satu rumah ada suami, istri dan dua anak begitu ya. Nah, kami berharap itu nanti terus ada donasi dari pihak-pihak lain. Kemudian dari tempat yang lainnya juga, sehingga dalam seminggu warga bisa bertahan terus,” tandasnya.

(rezza/ age)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.