Menhan Perintahkan Anggota TNI Berbaur dengan Masyarakat

Aksi Terorisme Jadi Ancaman Utama

3

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu memberikan arahan kepada anggota Brigif Raider 13/Galuh Kostrad Jumat (24/8). Di markas komando salah satu pasukan elite TNI AD itu Jalan Siliwangi, Tawang, Kota Tasikmalaya itu, Menhan meminta TNI senantiasa siaga menghadapi segala ancaman, khususnya aksi terorisme.

Kedatangan Menhan disambut Danbrigif Raider 13/Galuh Kostrad Kolonel Inf Khabib Mahfud, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Agus Wahyudin, para pimpinan TNI di Tasikmalaya dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta tokoh. Mantan Pangkostrad itu mendapatkan kalungan bunga. Jenderal alumnus Akmil 1974 itu pun digotong anggota TNI menggunakan kursi kayu.

Lagu-lagu kemiliteran pun mengiringi penyambutan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.
Setelah bersilaturahmi dengan pejabat serta tokoh Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, dia mengecek kesiapan alutsista Brigif Raider 13/Galuh Kostrad. Setelah itu, Menhan memberikan arahan kepada para personel TNI.

Menhan menyebutkan permasalahan yang saat ini menjadi ancaman utama di negeri ini yakni terorisme. Itu juga harus disikapi jajaran TNI. Terlebih saat Indonesia menghadapi Pilpres. Dengan begitu, keamanan negara harus dijaga. Termasuk dari ancaman teroris. “Kalau ada teroris, hajar saja. Enggak usah nunggu-nunggu,” perintahnya.

Untuk menanggulangi aksi teror, Menhan menginstruksikan TNI harus bisa berbaur dengan masyarakat. Itu guna memberikan pembinaan dan mengetahui kondisi di masyarakat.
Dalam kunjungannya kemarin, Menhan pun bersilaturahmi ke Ponpes Miftahul Huda II Kabupaten Ciamis dan Ponpes Miftahul Huda Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. “Kita ajak sama-sama dengan pesantren,” katanya.

Menhan juga mengharapkan tidak ada konflik yang melibatkan SARA di masyarakat karena bisa menimbulkan perpecahan. Meskipun berbeda keyakinan, bukan berarti tidak bisa hidup berdampingan.

“Agamamu, agamamu dan agamaku, agamaku,” tuturnya.
Menhan juga berpesan ada beberapa ancaman lain yang juga harus diwaspadai TNI dan masyarakat. Yaitu, bencana, keamanan perbatasan, kesehatan, perang cyber dan juga narkoba.

Komandan Brigif Raider 13/Galuh Kostrad Kolonel Inf Khabib Mahfud menegaskan bahwa pihaknya selalu siaga untuk turut serta membantu kepolisian dalam menanggulangi ancaman terorisme. “Kapan pun diminta, pasukan kita akan selalu siap,” tuturnya.

Kesiagaan TNI tentunya, kata Danbrigif, perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Dia pun sudah menyampaikan bahwa alutsista yang dimiliki satuannya perlu ada modernisasi dengan upgrade senjata untuk mengimbangi perkembangan zaman. ”Alhamdulillah respons Pak Menhan sudah positif,” tandasnya. (rga)

loading...