Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Aksi Unjuk Rasa Mewarnai Pelantikan Anggota DPRD Garut

22
0
SALING DORONG. Ratusan pendemo terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar Gedung DPRD Garut Selasa (13/8). Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Aksi unjuk rasa pedagang kaki lima (PKL) dan mahasiswa mewarnai pelantikan anggota DPRD Kabupaten Garut Selasa (13/8). Mereka meminta anggota dewan yang baru bisa mencarikan solusi dalam penanganan PKL di Jalan Ahmad Yani atau kawasan Pengkolan.

Sempat terjadi kericuhan antara pendemo dengan kepolisian saat aksi unjuk rasa berlangsung. Kericuhan terjadi ketika massa memaksa masuk area gedung DPRD, namun dihalangi aparat keamanan.

Polisi pun mengamankan sejumlah pendemo yang diduga menjadi pemicu kericuhan. “Ada tiga orang yang kami amankan. Mereka dianggap menjadi provokatornya,” ujar Kabag Ops Polres Garut Kompol Apri Rahman kepada wartawan kemarin. Ketiga orang itu sudah dibawa ke Polres Garut untuk diproses lebih lanjut.

Ketua Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG) Tatang menuturkan kedatangan PKL dan mahasiswa untuk meminta anggota DPRD yang baru dilantik bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya. Pihaknya juga meminta anggota dewan yang baru dilantik bisa mencarikan solusi dalam penanganan PKL di Jalan Ahmad Yani atau Kawasan Pengkolan Kecamatan Garut Kota. “Kami PKL siap menata diri dalam melakukan aktivitas berjualan. Kalau pemda ada rencana untuk melakukan perbaikan gedung ya silakan,” ucapnya.

Dia meminta gedung PKL 1 dan 2 diperhatikan, karana selama ini gedung tersebut tidak layak dipakai berdagang. “Sekarang “gulanya” (pusat keramaian) ada di pengkolan. Kalau pemda memperbaiki gedung PKL yang ada di Jalan Guntur, itu tetap akan sia-sia,” katanya.

Maka dari itu, kata dia, pemerintah harus mencari solusi yang tepat, sehingga para PKL tidak dirugikan dengan kebijakan pemerintah itu. “Kami berharap pemerintah menata PKL di kawasan pengkolan ini supaya lebih rapi. Itu yang lebih setuju,” ujarnya.

Penertiban Kehendak Semua Pihak

Bupati Garut H Rudy Gunawan menyatakan penertiban PKL di Kawasan Pengkolan Jalan Ahmad Yani merupakan keinginan semua pihak, termasuk kehendak DPRD Kabupaten Garut. Hal itu supaya kawasan perkotaan Garut terlihat indah, tertib dan nyaman.

“Kita sudah sepakat bahwa atas kehendak semua pihak, termasuk atas DPRD sendiri kawasan pengkolan ini harus bersih dari PKL,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Garut melakukan penertiban di Kawasan Pengkolan Jalan Ahmad Yani karena berdasarkan Peraturan Daerah Tentang Ketertiban, Keindahan dan Kenyamanan. Selain menegakan perda, kata dia, kawasan perkotaan Garut tersebut diharapkan bersih. “Warga Garut juga ingin bersih, ingin ada ikon,” katanya.

Ia mengatakan selama ini banyak masyarakat menilai perkotaan Garut terlihat kumuh. Karena itu pemerintah bertindak untuk menertibkan PKL di Kawasan Jalan Ahmad Yani.

Pemkab Garut, kata dia, menertibkan PKL bukan hanya keinginan sebagian pihak, tetapi karena ada keinginan yang besar dari berbagai kalangan masyarakat. “Kalau di situ (Pengkolan) masyarakat sudah marah, kami juga melihat kepentingan umum bukan satu dua orang,” katanya.

Ia menegaskan Jalan Ahmad Yani di pusat kota merupakan daerah terlarang bagi PKL, sebagian jalan lainnya dipersilakan untuk berjualan. Jalan yang diperbolehkan berjualan bagi PKL di antaranya Jalan Ahmad Yani setelah perempatan Asia Toserba, kemudian Jalan Ciledug dan beberapa titik yang sudah ditetapkan. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.