Aktifkan Kembali KKG dan MGMP

4

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya tengah berfokus pada peningkatan mutu pendidikan agar nilai uji kompetensi guru tahun ini bisa tercapai. Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Drs H Tedi Setiadi MPd di ruang kerjanya Selasa (9/10).

Tedi menuturkan, salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan profesionalitas guru maka harus dihidupkan kembali Musyawarah Guru Mata pelajaran (MGMP) untuk tingkat SMP dan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk jenjang SD dan TK. “Karena MGMP dan KKG ini menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi guru,” terang Tedi.

Masih dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, sambungnya, saat ini sedang berlangsung workshop peningkatan mutu guru di 10 kecamatan. Tedi berharap, dengan ikut serta dalam berbagai pelatihan, workshop, bimtek, in house training kompetensi guru akan semakin baik. Karena Dinas Pendidikan memiliki target capaian untuk tahun ini nilai uji kompetensi guru semakin bagus.

Lanjutnya, tahun ini nilai ujikom guru 7,5 untuk Kota Tasikmalaya dan nilai rata-ratanya masih 6. Sedang tahun depan target nilai meningkat lagi menjadi 8. “Sebenarnya setiap tahun nilai ujikom guru ini meningkat, namun tuntutan dari pusatnya juga terus naik, oleh karena itu jika tidak diimbangi dengan peningkatan kemampuan guru maka akan sulit,” tuturnya.

Sehingga, kata Tedi, untuk peningkatan profesi berkelanjutan maka guru yang mendapatkan sertifikasi sebaiknya sebagian digunakan untuk belanja profesi. Misalnya ikut seminar dengan biaya sendiri, sehingga tidak hanya mengandalkan dari pemerintah, jika belum punya laptop, bisa untuk beli laptop atau jika di rumahnya belum tersambung dengan internet maka bisa dipasang.

“Yang diuji kompetensikan itu dari pemerintah hanya dua kompetensi dari empat kompetensi, yakni kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik sedangkan kompetensi pribadi dan sosialnya tidak,” ujarnya.

Tedi mengatakan, belum tercapainya target nilai ujikom tersebut disebabkan belum meratanya kemampuan guru. Makanya KKG dan MGMP harus makin dioptimalkan. Kegiatan workshop harus rutin diikuti.Tedi berharap dengan tercapainya nilai uji kompetensi guru ini maka peluang untuk guru mendapatkan sertifikat pendidik atau sertifikasi juga bisa tercapai. “Kami dari dinas harus optimis tahun ini tercapai, ” tuturnya. (ais)

loading...