Aktifkan Ketangguhan Masyarakat di Selter Tsunami Pangandaran

18
0
AKAN DIBERSIHKAN. Selter pengungsi korban tsunami akan diperbaiki dan dibersihkan oleh Pemkab Pangandaran. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdan mengatakan bahwa selter tsunami yang ada di Pasar Wisata Pangandaran akan segera dibersihkan.

“Selain dibersihkan dan dirapikan, kita akan aktifkan kegiatan di sana, yang diisi oleh forum relawan,” katanya kepada wartawan, Senin (5/10).

Kata dia, ke depannya selter tsunami itu juga akan menjadi pusat ketangguhan masyarakat, di mana mereka bisa belajar mengenai kesiapsiagaan bencana, termasuk kewaspadaan terhadap bencana tsunami.

“Turis juga bisa belajar di sana, nanti ada display dan pemaparan terkait bencana tsunami,” katanya.

Dani mengatakan pihaknya menargetkan pada 25 Oktober mendatang, selter tsunami yang ada di pasar wisata bisa aktif kembali.

“Nanti ada kegiatan harian di sana,” ujarnya.
Kata dia, mungkin untuk pembersihan dan perbaikan bisa dilakukan lebih cepat lagi, jika pihak BPBD sudah siap. “Nanti saya akan berkoordinasi dengan BPBD, siapnya kapan,” kata dia.

Loading...

Menurut dia, selain selter, jalur evakuasi saat terjadi bencana tsunami juga akan terus diperbaiki, termasuk pemasangan rambu-rambu. “Kemudian memberikan pelatihan kepada para pelaku wisata, terkait peta evakuasi, jalur evakuasi, tata cara evakuasi dan lain-lain,” ucapnya.

Ia pun tidak berharap akan terjadi bencana tsunami, namun kewaspadaan tetap harus dilakukan. “Untuk masyarakat pedesaan juga akan kita dorong kesiapsiagaanya, lewat Desa Tangguh Bencana,” ujarnya.

TIDAK AKAN MENERAPKAN PSBB LAGI
Sementara itu, menanggapi perkembangan Covid-19, Pemkab Pangandaran menyatakan tidak akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Untuk itu, tidak ada rencana menutup kawasan wisata, baik itu karena covid-19 ataupun karena isu tsunami,” ujar Dani.

Dirinya mendengar adanya isu yang menyebutkan bahwa Pangandaran akan memberlakukan kembali PSBB dan kawasan wisata akan ditutup kembali.

“Saya klarifikasi sekali lagi bahwa tidak benar kawasan wisata akan ditutup kembali, tidak ada satu pun statement atau rencana terkait hal itu, yang jelas instruksi dari pusat adalah meningkatkan kewaspadaan baik itu terhadap covid-19 maupun bencana tsunami,” katanya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.