Aktivitas Jual Beli di Depan Masjid Agung Baiturrahman Singaprna Ditutup

53
0
DITUTUP. Aktivitas perdagangan jual beli di kompleks Masjid Agung Baiturrahman ditutup sementara untuk sterilisasi karena selalu terjadi kerumunan, Minggu (17/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Aktivitas perdagangan di depan Masjid Agung Baiturrahman Singaparna ditutup sementara karena menimbulkan kerumunan orang yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan, Minggu (17/1).

Penutupan ini dilakukan karena di hari Minggu para pedagang selalu memanfaatkan untuk momen car free day yang sudah dilarang pelaksanaannya sesuai protokol kesehatan.

Kepala Bidang (Kabid) Tantribum Dinas Satpol-PP Kabupaten Tasikmalaya Didin mengatakan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya menutup sementara kegiatan perdagangan di lokasi taman rumput sintetis di Kompleks Masjid Agung Baiturrahman.

Penutupan kegiatan dan aktivitas perdagangan ini, terang dia, dalam rangka sterilisasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini masih banyak terjadi kasusnya.

Baca juga : 60 Pasien Covid-19 di Kota Tasik Meninggal

loading...

Menurut dia, kegiatan perdagangan pedagang kaki lima (PKL) di kompleks Masjid Agung Baiturrahman dan sekitarnya memang dikhawatirkan memicu kerumunan yang tidak dibenarkan dalam protokol kesehatan. Maka dicegah dengan penutupan aktivitas perdagangan ini.

Pada intinya, tambah dia, penutupan aktivitas perdagangan ini mengacu pada Keputusan Bupati tentang turunan Keputusan Gubernur ke Sekda Kabupaten Tasikmalaya dan Surat Edaran Gubernur dan Kep Gubernur tentang AKB bagi tujuh kabupaten/kota.

“Kita berusaha supaya masyarakat tetap waspada sadar atas bahaya Covid-19. Utamanya protokol kesehatan. Bukan berarti menutup selamanya tapi sampai saat benar-benar aman situasi dari ancaman Covid-19,” tambah dia.

Kapolsek Singaparna Kompol Tommy Widodo Arief SH MSi menambahkan, penutupan aktivitas perdagangan di kompleks Masjid Agung Baiturrahman dilaksanakan pada hari Minggu karena selalu terjadi kerumunan.

“Kegiatan car free day yang biasanya dilaksanakan pada hari Minggu ini memicu kerumunan orang tidak sesuai protokol kesehatan. Maka dilakukan penutupan sementara untuk sterilisasi Covid-19,” tambah dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.