Aktivitas Pesantren di Bungbulang Garut Dihentikan

31
0
Loading...

GARUT KOTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menghentikan sementara aktivitas pondok pesantren di Kecamatan Bungbulang. Hal itu dilakukan setelah ditemukannya puluhan santri terpapar Covid-19.

Camat Bungbulang Caca Rifai mengatakan kondisi pesantren saat ini dalam pemantauan. Hal itu dilakukan karena ada santri yang negatif menjalani karantina di lingkungan pesantren.

Selama para santri menjalani karantina di pesantren, tak boleh ada aktivitas keluar-masuk ke lingkungan itu. Berhentinya aktivitas di pesantren itu terhitung sejak Jumat (22/1) hingga 14 hari ke depan.

Baca juga : Lansia Warga Bayongbong Garut Tinggal di Gubuk Nyaris Ambruk

Menurut dia, saat ini masih ada 68 santri berstatus sebagai kontak erat yang menjalani karantina mandiri di pondok pesantren. Selama menjalani karantina, kondisi santri akan terus dipantau oleh petugas dari puskesmas setempat.

loading...

Jika ada santri yang bergejala, pihak puskesmas akan melakukan tes swab. Puskesmas juga akan terus menyuplai kebutuhan vitamin para santri.

“Kami tadinya ingin mengajukan untuk jadup (jatah hidup) santri. Alhamdulillah kemarin ada bantuan dari Bupati Garut berbentuk beras, susu, dan uang kepada para santri,” terangnya saat dihubungi wartawan, Senin (25/1).

Pihaknya juga akan memantau kondisi warga di sekitar pesantren itu. Sebab, lokasi pesantren yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 tak jauh dari permukiman warga.

“Tracing ke warga, kalau ada gejala saja. Tapi kita terus pantau. Soalnya swab itu hanya untuk yang bergejala saja,” terangnya.

Humas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan hingga saat ini jumlah santri yang terkonfirmasi positif dari pesantren tersebut berjumlah 42 orang. Para santri yang positif telah dibawa ke Rumah Sakit Medina untuk menjalani isolasi. “Santri negatif dikarantina di pesantren,” kata Yeni kepada wartawan, kemarin.

Pihaknya juga meminta pesantren memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Untuk mengantisipasi munculnya klaster penyebaran di lingkungan pesantren lain, pihaknya juga akan memberikan pembinaan melalui sosialisasi tentang bahaya penularan Covid-19.

Yeni menambahkan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut tiap harinya terus meningkat. Berdasarkan data dari Satgas Covid-19, hingga Minggu (24/1) kemarin, total kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Garut berjumlah 5.752 kasus.

Sebanyak 867 orang masih isolasi mandiri, 544 orang diisolasi di rumah sakit, 4.160 orang telah dinyatakan sembuh, dan 181 orang meninggal dunia. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.