Aktor Mafia Bola Liga1 2018 Mulai Terkuak

1941
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal (Dittipikor Bareskrim) Polri kembali memeriksa sejumlah saksi terkait skandal pengaturan skor (match fixing) dalam kompetisi Liga1 2018.

Kali ini, Dittipikor Bareskrim Polri yang membantu Satgas Anti-Mafia Bola bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu memeriksa Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) Gatot S Dewa Broto.

“Yang melakukan pemeriksaan itu, gabungan Dittipikor Bareskrim dengan Dit Tipidum Polda Metro. Dan hari ini Pak Gatot (Sesmenpora) yang memberikan keterangan,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (26/12).

Selain Gatot, pemeriksaan terhadap sejumlah pihak juga dilakukan. Meski tidak semuanya bisa hadir dalam pemeriksaan, namun Bareskrim sudah mendapatkan informasi dari beberapa pihak terkait adanya skandal pengaturan skor di sepak bola Tanah Air.

Sejak Jumat (21/12) lalu, Satgas Anti-Mafia Bola sudah memeriksa Dirut PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Berlington Siahaan, Manajer Madura FC Januar Hermanto, Sekjen BOPI Andreas Marbun dan Ketua BOPI Richard Sambera.

Namun, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria yang seharusnya dimintai keterangan mangkir dari pemeriksaan tersebut.

Nah, dalam pemeriksaan terhadap Gatot, Dedi menjelaskan substansi pe­meriksaan terkait mencuatnya skandal pengaturan skor di sejumlah kompetisi di tanah air.

“Pak Gatot hanya dimintai keterangan mengenai apa yang ia ketahui tentang pengaturan skor baik di Liga 1 maupun di Liga 2,” tutur Dedi.

Selain Gatot S Dewa Broto, Satgas Anti-Mafia Bola sudah menjadwalkan pemeriksaan pada Direktur Operasional PT LIB Risha Adi Wijaya, Reza Palevi (wasit) dan Agung Setiawan (wasit) yang akan diperiksa hari ini, Kamis (27/12).

Sedangkan, Ketua Komisi Disiplin PSSI Asep Edwin, Exco PSSI Hidayat dan Kepala Biro Hukum Kemenpora Sanusi akan dimintai keterangan terkait pengaturan skor pada Jumat (28/12).

Nantinya, kata Dedi, hasil pemeriksaan yang dilakukan Dittipikor Bareskrim akan diserahkan kepada Kasatgas Anti-Mafia Bola Karo Provost Divpropam Polri Brigjen Hendro Pandowo dan wakilnya Karomisinter Divhubunter Polri Brigjen Krishna Murti untuk ditindak lanjuti.

Selain itu, Dedi juga menuturkan tidak ada masalah dengan pembentukan Satgas Anti-Mafia Bola ini.

Menurutnya, Posko Satgas akan berada di Polda Metro Jaya, meski dasarnya pemeriksaan sudah lebih dulu dilakukan Dittipikor Bareskrim.

“Hal itu dikarenakan semua saksi yang dimintai keterangan sebagian besar ada di Jakarta. Jadi akan memudahkan efektivitas kerja satgas. Jika nanti saksi ada di beberapa provinsi nanti baru oleh (Bareskrim) Mabes Polri. Karena selama ini sebagian besar saksi kan ada di Jakarta,” terang Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menuturkan Satgas Anti-Mafia bola tidak hanya mengusut dugaan pengaturan skor di Liga Indonesia. Satgas akan mengusut seluruh laporan dan petunjuk yang berbau kecurangan di sepak bola tanah air. Salah satunya skandal pengaturan skor yang terjadi di final Piala AFF 2010.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan salah satu laporan pengaturan skor datang dari seorang menajer klub berinisial LI.

Dia mengaku sudah mengeluarkan sejumlah uang agar timnya mampu menjadi pemenang dan promosi ke liga selanjutnya.

“Yang, pertama kegiatan sepak bola U-16 wanita, dia mengeluarkan biaya akomodasi Rp 400 juta,” paparnya.

Kedua, pemenangan sepak bola di tingkat provinsi, yang bersangkutan juga diminta Rp125 juta agar bisa menjadi juara di tingkat provinsi. Ketiga dia diminta Rp50 juta dan dijanjikan timnya bakal berlaga Liga 2 setelah sebelumnya di Liga 3. “Itu laporannya ya,” tutur Argo. (gie/fin/ful)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.