P2TP2A Garut Hadirkan Psikolog untuk Rehabilitasi Belasan Anak

Akui Nonton Video Porno

533
ilustrasi video porno

TAROGONG KIDUL – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut belum menemukan adanya indikasi penyimpangan seks yang dilakukan 19 anak di bawah umur di Kecamatan Garut Kota. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris P2TP2A Kabupaten Garut Rahmat Wibawa.

“Hasil pendalam kami belum temukan adanya indikasi itu (penyimpangan seks),” ujar Rahmat saat dihubungi Rakyat Garut, Senin (15/4).

Dirinya belum bisa menyimpulkan belasan anak di bawah umur itu sudah melakukan hubungan sesama jenis atau tidak. Karena pihaknya tidak menemukan adanya indikasi itu. “Mereka hanya mengaku suka nonton video porno. Itu juga jumlahnya sedikit paling 30 persenan,” katanya.

Berdasarkan pengakuan anak-anak itu memang ingin menirukan adegan dalam video tersebut. Tetapi pihaknya belum menemukan apakah sudah melakukan tindakannya atau tidak. “Yang membuktikan itu pihak kepolisian. Sekarang polisi sudah bergerak. Kami tidak mau mengeluarkan statemen itu (perbuatan pelaku) karena ranah kepolisian,” terangnya.

Tindakan yang dilakukan P2TPA, kata dia, yakni melakukan rehabilitasi terhadap psikologi anak-anak tersebut. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir efek buruk dari video porno yang suka ditonton selama ini. “Kami hadirkan psikolog untuk rehabilitasi anak-anak ini. Kita sudah lakukan itu selama empat kali,” katanya.

Selain rehabilitasi, pihaknya juga melakukan sosialisasi mengenai parenting atau pola asuh anak kepada para orang tua di wilayah tersebut. “Kita beri pemahaman terhadap ibu-ibunya, bagaimana cara mendidik anak-anaknya supaya tidak terjadi seperti ini,” paparnya.

Sebelumnya, belasan anak di bawah umur yang ada di Kecamatan Garut Kota diduga telah melakukan tindakan seks menyimpang dengan sesama temannya. Kasus itu terbongkar setelah salah satu korban yang juga pelaku mengakui perbuatan itu kepada orang tuanya.

Sebelumnya, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengaku sudah menerima informasi tersebut. Pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran dari kasus tersebut. “Sekarang sedang diselidiki oleh Reskrim,” terangnya kepada wartawan usai mendampingi Kapolda Jawa Barat saat mengecek kesiapan pengamanan Pemilu di Ciateul Kecamatan Tarogong Kidul Minggu (14/4). (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.