KPAID Temukan Posting-an dan Konten Vulgar

Akun Facebook Gay Singaparna Dilaporkan

216

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

MANGUNREJA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya melaporkan temuan akun grup Facebook Gay Singaparna dan Gay Ciawi Panumbangan kepada Polres Tasikmalaya, Rabu (10/10). Berdasarkan investigasi, grup tersebut diduga penyuka sesama jenis dengan adanya posting-an vulgar.

“Kita beberapa waktu sudah melakukan investigasi terhadap dua akun grup tersebut. Hasil investigasi kita temukan ada konten-konten yang tidak pantas dan terlalu vulgar antara sesama jenis,” ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto usai laporan ke Polres didampingi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi IV kemarin.

Pelaporan ini, kata dia, sebagai langkah pencegahan awal sebelum berdampak lebih luas. Maka dari itu, diharapkan Polres Tasikmalaya bisa segera mengambil tindakan atas temuan ini.

Ato mengatakan grup Gay Singaparna mempunyai anggota sebanyak 1.219 orang. Sedangkan untuk Gay Ciawi Panumbangan berisikan 208 akun. Bahkan yang paling disayangkan dalam grup tersebut dugaan awal ada beberapa orang yang merupakan anak di bawah umur. “Maka dari itu permasalahan ini harus benar-benar diselesaikan secara tuntas. Karena ini menyangkut masa depan generasi muda,” bebernya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya KH Edeng ZA mengaku  prihatin melihat perilaku sesama jenis. “Negara harus hadir, bahwa ini adalah penyimpangan dan penyakit masyarakat,” katanya.

Lanjut dia, FKUB akan ikut mencari penyebab terjadi penyakit masyarakat ini dengan semua pihak terkait. Termasuk mendalami soal proses bagaimana bisa sampai muncul kelompoknya di media sosial. Termasuk mencari tahu motif pembuatan grup tersebut. “Perilaku (gay, Red) ini sudah jelas meresahkan masyarakat,” terangnya.

FKUB meminta semua pihak terkait segera mencari solusi atas permasalahan ini. Sehingga perilaku penyimpangan ini bisa segera dihentikan. “Ini menjadi tugas bersama, tetapi yang punya power adalah pemerintah. Ulama menganjurkan dan mengajak kepada masyarakat agar lebih baik,” tambah dia.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi ST mengatakan akan segera merumuskan seperti apa untuk penyelesaian permasalahan perilaku menyimpang ini. “Bagaimana caranya kita akan bahas bersama, sehingga persoalan ini tidak menyebar dan muncul lagi di Kabupaten Tasikmalaya,” bebernya.

Selain peran pemerintah dan penegak hukum, kata dia, keterlibatan keluarga, lingkungan, sekolah dalam pencegahan perilaku menyimpang ini sangat penting. Sehingga penyelesaiannya bisa efektif.

Tempat yang sama Waka Polres Tasikmalaya Kompol Rikky Aries Setiawan mengatakan akan mendalami laporan dari KPAID terkait temuan akun grup Gay Singaparna. “Iya kami sudah menerima informasi dari KPAID (akan didalami, Red),” ujarnya. (dik)

loading...