Al Amin Juara 1 Ajang Camp Dai

194
0
BANGGA. H Asep Dedi Satriawan SPd MPd (kiri), Kepala SMP Al Amin Tasikmalaya Hj Nur Habibah (ketiga, kanan) foto bersama siswa berprestasi Jumat (8/3).Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Di awal tahun 2019, SMP dan MA Al Amin Kawalu Kota sudah memboyong banyak prestasi. Prestasi tingkat kota, provinsi hingga nasional.

Sekretaris Yayasan Al Amin Tasikmalaya H Asep Dedi Satriawan SPd MPd mengatakan prestasi yang telah diraih MA Al Amin antara lain juara 1 rangking one dalam Camp Dai Muda ke-VIII tingkat nasional. Selain itu, juara 3 board art dalam kegiatan Camp Dai Muda ke-VIII tingkat nasional.

MA Al Amin juga meraih juara 3 lomba kaligrafi Aksioma 2019 tingkat Jabar, juara 1 kaligrafi putri Aksioma tingkat Kota Tasikmalaya dan lain-lain.

Adapun SMP Al Amin, kata ia, mendapat juara 2 board art dalam Camp Dai Muda ke-VIII tingkat nasional yang dilaksanakan di Nurul Fikri Lembang Bandung.

“Prestasi ini menjadi kebahagiaan bagi keluarga besar Al Amin. Sekolah mendukung dan memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan minat dan bakatnya,” terang Asep kepada Radar, Jumat (8/3).

Meskipun fasilitas terbatas, kata ia, tapi motivasi siswa begitu tinggi sehingga bisa mendulang prestasi membanggakan.

Ia menjelaskan, pada ajang Camp Dai Muda ke-VIII tingkat nasional Al Amin mengirimkan 24 santri dari SMP dan MA. Ada 7 cabang lomba yang diikuti. Prestasi diraih dari lomba rangking one dan board art.

Loading...

“Prestasi ini menjadi bahan evaluasi bagi lembaga, untuk makin meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan,” tegas H Asep yang juga Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Al Amin Tasikmalaya.

Al Amin berkomitmen menyiapkan peserta didik dengan bekal ilmu agama dan pengetahuan umum. Sehingga saat ada kompetisi dalam bidang akademik ataupun non akademik santri Al Amin sudah siap. “Tinggal dimatangkan dalam pembinaan,” katanya.

Peraih juara 1 rangking one tingkat nasional Ilham Insan menuturkan ia sempat tidak percaya diri untuk bersaing dengan 69 siswa lain dari berbagai sekolah di Indonesia. Terlebih perlombaan tersebut baru pertama kali diikuti.

Soal yang diberikan, kata ia, seputar fiqih, siroh atau sejarah, akidah dan sejarah Al Quds. Tantangannya, pertanyaan yang diberikan sulit diprediksi. Sampai soal terakhir tersisa dua orang salah satunya Ilham.

“Di akhir babak, finalis diberi enam soal. Alhamdulillah saya bisa menjawab soal tersebut karena sudah dipelajari di kelas,” ujar Ilham. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.