Kembangkan Produk Al Mun, Jalankan Bank Sampah

Al Munawaroh Digagas Menjadi SMK Unggulan

163
0
istimewa UNGGULAN. Kepala SMK Terpadu Al Munawaroh Karom SPdI, MM meninjau lahan pertanian di lingkungan sekolahnya baru-baru ini.

SUKAHENING – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Terpadu Al Munawaroh digagas menjadi SMK unggulan di bidang pertanian. Salah satu program unggulannya di bidang pertanian yakni pembudidayaan dan pengolahan produk sari buah jeruk.

Kepala SMK Terpadu Al Munawaroh Karom SPdI, MM mengatakan salah satu produknya yakni sari buah jeruk diberinama Al Mun. Dalam pengembangan produk ini, para siswa diajari bagaimana budidaya lemon. Pihak sekolah menanam sekitar 300 pohon sebagai tempat praktik bagi siswa.

Disamping itu, guna mempertahankan bahan baku, pihaknya bersinergi atau membangun kemitraan dengan warga sekitar maupun di luar sekolah. ”Alhamdulillah kami sudah menaman 5.000 lemon yang tersebar di seluruh Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.

Kerja sama tersebut, kata dia, dibangun sejak awal. Dia menjelaskan dalam kerja sama itu, hasil panen ditampung oleh sekolah. Kemudian di sekolah diolah menjadi produk sari lemon atau Al Mun. “Hari ini alhamdulillah pemasaran di wilayah Kabupaten Tasikmalaya oleh kaum ibu dan juga kita menggunakan digital marketing keluar sampai ke Jakarta,” kata dia.

Ketua Yayasan SMK Terpadu SMK Terpadu Al-Munawaroh Jajang Jauhari mengatakan walaupun tergolong sekolah baru, tapi prestasinya tak kalah dengan sekolah-sekolah lain. “Guru yang berpengalaman di bidangnya dan murid yang sama-sama ingin mengembangkan sekolah mampu membuat SMK Terpadu Al Munawaroh berkembang pesat,” ucapnya.

Kata dia, cara belajar di Al Munawaroh yang tidak hanya di dalam kelas, tetapi memperbanyak praktik di luar ruangan membuat para siswa berpikir kritis dan kreatif. Seperti halnya saat ini siswa dan guru, selain bergotong-royong membuat produk sari buah juga menjalankan program Bank Sampah Organik. “Di sini, sampah-sampah organik dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk,” ujarnya.

Sampai saat ini, program tersebut berjalan lancar. Masyarakat Desa Kudadepa rajin masih menyetor sampah-sampah organik kepada pihak sekolah dan kemudian diolah menjadi pupuk yang bisa digunakan masyarakat untuk keperluan pertanian.

Selain mengumpulkan sampah organic, SMK Terpadu Al Munawaroh juga mengadakan program “Bank Sampah Anorganik. “Kami mengolah sampah anorganik menjadi barang yang berharga yaitu menjadi piring plastik,” pungkasnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.