Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Alarm Bahaya dari Terorisme

15
0

JAKARTA – Publik dikejutkan aksi penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto oleh orang tak dikenal di alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

Wiranto yang mengenakan batik hijau lengan panjang dan berpeci itu, sedang bersalaman dengan Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto, yang berdiri di hadapannya.

Baca : Perut Menkopolhukam Wiranto Dibedah

Dari foto dan video yang viral di media sosial (medsos), di belakang Kapolsek, ada seorang pria berbaju hitam dan celana panjang putih tiba-tiba merangsek maju.

Sejurus kemudian, dia menghunuskan pisau ke perut Wiranto. Mantan Panglima ABRI itu terhuyung dan jatuh di sekitar kerumunan orang yang menyambut kedatangannya. Terdengar teriakan histeris sejumlah wanita yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Baca : Senjata Tajam yang Dipakai buat Tusuk Wiranto Dijual di Online Shop, Pisau Ninja ala Naruto?

Ada juga foto yang menggambarkan Wiranto dengan perban menutupi luka di perut bagian kiri sedang diangkut dengan kereta tandu ke RSUD Pandeglang. Sementara penusuknya sudah diamankan polisi. Terdapat foto yang memperlihatkan wajah pelaku yang duduk di lantai sembari kakinya dengan tangannya diborgol.

Sementara itu, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto masih dalam perawatan di RSUD Berkah Pandeglang. Dia mengalami luka akibat penusukan tersebut.

“Kami berharap kondisi Kapolsek kembali sehat dan stabil,” kata Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, Kamis (10/10).

Presiden Joko Widodo menyebut Wiranto ditusuk teroris. Tim dokter RSPAD langsung melakukan operasi terhadap jenderal purnawirawan tersebut.

“Hanya beberapa beberapa menit setelah kejadian penusukan oleh teroris kepada Menko Polhukam Bapak Wiranto, saya langsung mendapatkan laporannya. Saat itu juga saya langsung perintahkan yang ada di lapangan untuk segera dibawa dengan heli ke Jakarta menuju RSPAD. Bapak Wiranto sudah dalam penanganan tim dokter di RSPAD,” kata Jokowi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10).

Baca : Penusukan Wiranto, PBNU Ingatkan Sekali Lagi: Jangan Kaitkan dengan Islam

Wiranto ditusuk oleh SA alias Abu Rara di Menes, Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10) pukul 11.50. Presiden memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengusut tuntas peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto. Polisi akan didukung BIN dan TNI.

“Saya perintahkan juga kepada Kapolri, KaBIN, didukung TNI untuk mengusut tuntas, sekali lagi mengusut tuntas,” tegas Jokowi.

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menegaskan peristiwa ini membuktikan keberadaan kelompok radikal bukan omong kosong. Informasi dari kepolisian menyebut pelaku penusukan terpapar ISIS.

“Selama ini kepolisian menyampaikan hal-hal terkait situasi keamanan. Kemudian adanya aliran-aliran radikal. Ini sesuatu yang nyata dan menjadi alarm bahaya keberadaan terorisme. Buktinya ada pejabat publik yang diserang,” paparnya. (rh/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.