ALHAMDULILLAH, 18 Pasien Covid-19 di Rusunawa Unsil Kota Tasik Sembuh & Pulang Bawa Ini..

129
0
radartasikmalaya.com
18 pasien yang sempat diisolasi di Rusunawa Unsil Tamansari diiizinkan pulang karena telah sehat, Selasa (03/11) pagi. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Walaupun pasien aktif positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya hingga Senin (02/11) malam masih bertahan di angka 101 orang, namun tren kesembuhan cukup tinggi.

Seperti Selasa (03/11) pagi, sebanyak 18 pasen positif yang sempat diisolasi di Rusunawa Unsil Kecamatan Tamansari kembali diizinkan pulang, usai dinyatakan sembih dari covid-19.

Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan setelah menerima hasil uji swab kedua, bahwa 18 pasien itu telah sembuh.

Mereka yang kembali pulang itu mendapat atau membawa surat penyataan dari Dinkes bahwa telah sembuh dari Covid.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes, Titie Purwaningsari mengatakan, 18 orang yang keluar dari Rusunawa hari ini berasal dari berbagai kalangan dan kluster.

“Termasuk dari kluster pesantren tinggal sedikit lagi. Yaitu pelaku perjalanan, keluarga, tenaga kesehatan, pesantren dan lain sebagainya,” katanya kepada radartasikmalaya.com.

Terang Titie, yang ditemui usai pelepasan 18 pasien yang telah sembuh itu, kondisi Rusunawa kembali tak full diisi pasien yang diisolasi karena terkonfirmasi Covid.

“Sekarang tidak full pesantren. Pasien covid-19 (penghuni Rusunawa, Red) sudah nyampur dari berbagai klaster. Ya sudah Bhineka Tunggal Ika,” terangnya.

“Yang dirawat hingga hari ini tinggal 23 pasien di Rusunawa ini. Sekarang semakin banyak kamar dan bed yang kosong, Alhamdulillah,” sambungnya.

Titie menambahkan, jika dipersentasikan kapasitas Rusunawa kini hanya 40 persen yang terisi kamarnya.

Namun, kondisi mulai kosongnya penghuni Rusunawa hari ini menurut dia bukan karena Covid menurun.

“Tapi kita lebih ke arah keterlambatan tracking. Karena Labkesda hingga kini masih belum berfungsi. Lalu kita juga belum bisa melakukan PCR massal,” tambahnya.

Jelas dia, PCR massal ini yang dibutuhkan pihaknya agar cepat mengetahui hasil laboratorium. Karena jika bisa cepat diketahui hasil PCR, maka menemukan kasus dan mengisolasinya pun bisa lebih cepat.

“Jadi hasil dari (tes massal) di libur panjang kemarin apakah ada yang positif juga belum bisa kita ketahui. Karena masih ngantre hasil ujinya di Labkesda Jabar,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tidak berharap ada ledakan kasus lagi. Tapi bisa diketahui hasil test massal saat libur panjang kemarin 2 minggu kedepan.

“Kalau soal yang positif di RSUD hingga IGD dan 1 ruangan harus ditutup sementara, kita masih tracking hari ini. Karena baru kemarin diketahui ada kontaknya. Jadi itu tutup beberapa hari sekitar 4 hari,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.