ALHAMDULILLAH.. 57 Pasien Corona Pontren di Kota Tasik Sembuh & Pulang dari Rusunawa

637
0
radartasikmalaya.com
Prosesi pemulangan 57 pasien kluster pesantren yang sudah sembuh di Rusunawa Unsil Tamansari, Selasa (13/10) pagi. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya, Selasa (13/10) pagi, diawali dengan tren sembuh bagi para pasien Covid-19 klaster pesantren di Cihideung yang diisolasi di Rusunawa Unsil di Tamansari.

Sekira pukul 07.30 WIB, 57 santri muda tersebut telah keluar hasil swab terakhir.

Dan mereka dinyatakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasik telah sembuh.

“Jadi total penghuni kemarin pagi 58 orang. Hari ini jadi 57 orang, kemarin sore pulang 1 orang. 57 pasien ini sudah sembuh,” ujar Kabid Yankes Dinkes, Titie Purwaningsari kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia yang ditemui usai pemulangan 57 para santri dari kluster pesantren di Cihideung ini, semua santri yang pulang dibekali sertifikat yang menyatakn mereka telah sembuh dan bebas Covid-19.

“Dari 57 hari ini semuanya dari kluster pesantren di Cihideung Alhamdulillah hasil terbaru swabnya semuanya negatif,” terangnya.

“Jadi sudah tak ada sisa virus ditubuhnya. Ini juga pak ustadz (pimpinan ponpesnya, Red) dan Kapolsek (Tamansari) hadir di sini untuk memperlihatkan bahwa kita melakukan kordinasi,” sambungnya.

Jadi, tegas dia, dalam penanganan isolasi ini tak hanya dari kesehatan sendiri yang bergerak, tidak masyarakat sendiri, tak hanya gugus tugas sendiri dan tidak pihak pesantren sendiri.

“Jadi semua terwakili unsur-unsurnya terlibat untuk mempercepat proses penyembuhan para santri,” tegasnya.

Dia menambahkan, saat ini di Rusunawa tersebut tinggal sekitar 20-an pasien lagi yang masih dirawat. Tapi sebenarnya mereka telah menjalani proses penyembuhan, jadi hanya menunggu hasil swab saja.

“Untuk kloter pertama ada yang kita pulangkan beberapa waktu lalu (10 orang). Mereka tak perlu gamang ataupun galau ketika pulang. Karena itu hanya perasaan saja. Itu sisi psikolog pasien yang kita jaga,” tambahnya.

Jelas dia, mereka yang sudah diizinkan pulang itu dipastikan pihaknya tak akan menular karena telah sembuh.

Yang penting ketika beraktivitas lagi tetap jaga protokol kesehatan memakai masker dan lainnya.

“Karena mereka bisa tertular kembali, itu yang harus dijaga. Anak-anak sehat kondisinya. Kita lakukan isolasi juga tujuannya untuk memutus penularannya,” jelasnya.

Tukas dia, yang pulang tersebut sebanyak 26 santri dijemput pihak pesantren dan para alumninya menggunakan 2 mobil minibus. Sisanya 31 lainnya dijemput pihak keluarga masing-masing.

“Mereka ketika sudah pulang bisa bergaul kok asalkan pakai masker. Karena mereka masih punya kemungkinan tertular. Itu yang harus dijaga. Karena mereka sudah sehat bisa jadi orang disekitar mereka ada yang positif bisa menular lagi,” tukasnya.

Dia berpesan agar mereka tak balik lagi ke ruangan isolasi. Artinya maksud pesan itu agar mereka yang telah sembuh tetal menjaga kesehatannya dan tetap memakai masker.

“Karena ini (Covid) menyerang kekebalan tubuh. Sudah terbuki ada yang sudah beberapa bulan sembuh tertular lagi. Itu yang harus dijaga. Mereka yang pulang ini betul-betul tak menular dan sudah tak ada masalah,” katanya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.