Alhamdulillah, 6 Orang Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasik Dinyatakan Sehat

49
0

KOTA TASIK – Sekitar 100 orang dari salah satu lingkungan pesantren di Kota Tasikmalaya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Selasa (06/10) kemarin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasik juga mencatat satu kasus baru dari pesantren lain di Kecamatan Kawalu.

Sedangkan Rabu (07/10) pagi, Dinkes mencatat terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif 3 orang. Maka total kasus positif hingga hari ini menjadi 261 pasien. Sementara itu 6 orang dinyatakan sembuh dan tak terjadi kematian.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah untuk penanganan klaster yang muncul di pesantren tersebut.

Para pasien positif yang memiliki gejala sedang hingga berat dibawa untuk diisolasi di rumah sakit, pasien dengan gejala ringan diisolasi di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Universitas Siliwangi (Unsil) di Tamansari dan pasien tanpa gejala akan diisolasi di lingkungan pesantren, lantaran kurangnya tempat isolasi.

“Ini juga akan berlaku ke pesantren lain jika ditemukan kasus positif karena kita keterbatasan fasilitas, ruang isolasi terbatas. Mudah-mudahan tidak ada tambahan lagi,” katanya, Rabu (07/10) pagi.

Namun ia memastikan hanya pasien tanpa gejala yang akan diisolasi di lingkungan pesantren. Pasien yang diisolasi di pesantren juga harus dipastikan kondisinya baik, tak ada keluhan, dan tak punya riwayat penyakit bawaan.

Pihaknya juga akan mengatur ruang isolasi agar pasien tak berinteraksi dengan warga pesantren lainnya. Tenaga kesehatan juga telah disiagakan untuk secara rutin mengujungi dan memantau perkembangan pasien ke pesantren itu.

Uus menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penelusuran di lingkungan pesantren. Santri yang telah dipastikan sehat dan negatif Covid-19 di pesentren yang menjadi klaster, akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

“Yang sehat kita pulangkan karena penambahan terus terjadi. Jadi yang sehat kita izinkan pulang setelah melalui proses pemeriksaan,” bebernya.

Ihwal kebijakan mengenai kegiatan belajar mengajar di lingkungan pesantren, Uus menambahkan, seluruh kegiatan di pesantren yang menjadi klaster atau terdapat kasus positif Covid-19 dihentikan sementara.

Sedangkan pesantren lainnya yang belum ditemukan adanya kasus diminta lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk memulangkan seluruh santri di Kota Tasikmalaya, perlu pembahasan dengan Gugus Tugas. Kita juga akan sampaikan kondisi terkini dari pesantren, yang mengambil keputusan Gugus Tugas,” jelasnya. (rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.