Alhamdulillah.. Hasil Uji Lab, 6 Perawat RSUD Kota Tasik Negatif Covid-19

401
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

KOTA TASIK – Terkait 6 perawat RSUD Kota Tasik yang ditenggarai terpapar Covid-19, sesuai hasil laboratorium dari provinsi terungkap, negatif.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan pihaknya semalam (10/07) telah menerima informasi tersebut dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Alhamdulilah hasilnya ke enam perawat itu negatif corona,” ungkap Budi saat ditemui radartasikmalaya.com usai menghadiri Soft Opening Legend Cafe n Resto di Jalan Djuanda Cipedes, Sabtu (11/07) siang.

“Jadi sebenarnya begini, beberapa minggu lalu kita melakukan swab massal di rumah sakit dan beberapa klinik. Hanya karena keterbatasan lab CSR kita tak memiliki, maka diceknya di Bandung,” katanya.

Lalu, terang dia, hasil swab massal para perawat itu setelah 12 hari ada hasilnya dan saat itu hasilnya adalah positif (untuk 4 perawat khusus di ruang isolasi RSUD). Kemudian setelah 12 hari dilakukan swab kembali.

“Saat itu juga ketika kita tahu bahwa 4 orang perawat kebetulan yang bekerja di ruang isolasi positif. Lalu kita swab kembali karena sudah 12 hari dan dari Bandung belum keluar hasilnya. Karena virus itu bisa berubah satu dua hari,” terangnya.

Loading...

Beber Budi, setelah di-swab keempat perawat itu kemudian dibawa kembali samplenya ke laboratorium Kimia Farma di Jakarta.

Hasilnya tadi malam sudah diterima Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasik.

“Dan hasilnya Alhamdulillah tadi malam semuanya negatif. Jadi walaupun saat ini angka positif bertambah menjadi 55 pasien totalnya, tapi kita sampaikan ke Gugus Tugas Jabar. Karena kalau hasil PCR positif nanti akan dicatat di sana,” bebernya.

Budi menambahkan, pihaknya pun tetap mencatat perkembangan angka pandemi Covid itu walaupun hasilnya negatif dan para perawat itu bisa pulang dan tak perlu diisolasi.

“Alhamdulillah ya terus terang saja saya merasa lega. Karena bagaimanapun beberapa kali kita swab dan rapid massal di banyak tempat keramain dan lokasi pelayana kesehatan dengan hasil ini tetap membuat kita terus meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.

Sebab, jelas Budi, bagaimanapun virus ini sangat berbahaya. Apalagi hari ini wajib memakai masker ketika di luar rumah.

Apalagi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil sudah membuat Pergub kaitan menggunakan wajib masker. Bahkan ada sanksinya.

“Nah nanti akan kita pelajari jika sudah turun ke kita dan akan kita buat regulasi tingkat kotanya soal wajib masker ini. Karena ini harus diutamakan. Dan RSUD tak kita tutup karena hanya di ruang isolasi saja dan tak bersentuhan dengan pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Tentunya, tukas Budi, jika para perawat yang kemarin sempat positif bertugas di lokasi pelayanan masyarakat maka RSUD dr Soekarjdo ditutup.

“Tapi kan hasilnya negatif semua. Dan perawat itu kan kerjanya pas yang di ruang isolasi jadi Alhamdullah aman,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.