Aliansi Santri Garut Tolak Ormas Berpaham Radikal

51
0
Istimewa DEKLARASI. Aliansi Santri Garut mengadakan deklarasi menolak organisasi masyarakat (ormas) yang membawa paham radikal dan intoleran, kemarin.
Loading...

SUKAWENING – Puluhan pemuda dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Santri Garut mengadakan istigosah dan doa bersama untuk menjaga kondusivitas bangsa Indonesia.

Selain itu, Aliansi Santri Garut juga melakukan deklarasi menolak organisasi masyarakat (ormas) yang membawa paham radikal dan intoleran.

”Aliansi Santri Garut memahami betul bahwa kondusivitas masyarakat menjadi sangat penting khususnya di situasi pandemi Covid-19. Jadi kami menolak adanya ormas radikal dan intoleran yang mengganggu kondusivitas masyarakat,” ujar Ketua Pengurus Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Garut Ustadz Didin usai deklarasi di Masjid Al-Huda, Ponpes Nurul Huda, Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Jumat (25/12).

Menurut dia, Aliansi Santri Garut menentang berbagai gerakan organisasi kemasyarakatan yang membawa paham-paham intoleran dan radikal, karena pihaknya berkomitmen bersama pemerintah supaya menciptakan negara yang aman dan damai serta tidak ada paham-paham yang dapat mengganggu kondusivitas dan stabilitas masyarakat, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.

Ia memandang bahwa kelompok-kelompok semacam itu akan menjadi pengganggu pemerintah dalam mengurus rakyat dan negaranya.

Loading...

Baca juga : Pemburu Babi di Cikondang Cisompet Garut Sering Jumpai Macan Tutul

”Karena paham-paham radikal dan intoleran sangat mengganggu stabilitas masyarakat dalam menciptakan kedamaian NKRI,” terangnya.

Pihaknya juga meminta kepada pemuka agama, alim ulama dan pimpinan ormas Islam agar menjadi contoh yang baik terutama dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui ketaatan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Aliansi Santri Garut juga, kata dia, mendukung penuh upaya pemerintah, TNI dan Polri dalam bersinergi menertibkan kerumuman dan menindak pelanggar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas di Indonesia.

Selain itu, santri Garut juga mendukung Polri dalam penegakan hukum yang tidak pandang bulu serta menindak tegas para pelaku radikalisme dan intoleransi demi menjaga kebhinekaan serta keutuhan bangsa dan negara.

Sementara itu, Ustadz Muharrom, salah satu tokoh agama Kabupaten Garut, mengimbau kepada mubalig dan pendakwah untuk tidak menebarkan provokasi atau menghasut yang berpotensi membawa situasi sosial politik di dalam negeri tidak kondusif dalam dakwahnya.

Menurut dia, dalam berdakwah ini seorang mubaligh harus memegang tiga metode penting dalam berdakwah. Pertama harus dengan hikmah, kedua harus dengan petunjuk yang baik dan ketiga bermujadalah dengan yang lebih baik daripada lawan bicara.

”Itulah tiga metode yang bisa membekas dan perlu dilaksanakan oleh seorang dai maupun mubaligh, bukan dengan ujaran kebencian, menghasut ataupun memprovokasi,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.