Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.8%

42%

14%

1.4%

26.6%

0%

10.7%

0%

Alihkan Anak-Anak ke Permainan Tradisional

91
0
BERMAIN. Anak-anak di Perumahan Baitul Marhamah tampak gembira mengikuti permainan babalonan dari sarung, Minggu (17/11). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

MANGKUBUMI – Rukun Warga (RW) 014 Perumahan Baitul Marhamah Kelurahan Sambongjaya Kecamatan Mangkubumi bekerja sama dengan Komunitas Icikibung Tasikmalaya menggelar kaulinan barudak di lapangan perumahan, Minggu (17/11).

Anak-anak terlihat antusias mengikuti permainan tradisional itu. Permainan-permainan yang dihadirkan berupa oray-orayan, pecle, dam-daman lelempengan, sursor, jajagoan atau hahayaman, salam sabrang, pereket jengkol, paciwit-ciwit lutung, endog-endogan, hompimpah, cingciripit, sasarungan, totopian dari sarung, nininjaan dari sarung, lalaukan, paparahuan, kukuyaan, babalonan dari sarung dan lainnya.

Ketua RW 014 Kelurahan Sambongjaya Ipin Mulyana menyatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya pengurus rukun warga dalam merealisasikan lingkungan ramah anak yang menjadi fokus Pemerintah Kota Tasikmalaya. “Kami juga ingin ikut serta dalam merealisasikan program pemerintah yakni Kota Ramah Anak. Salah satunya dengan melaksanakan permainan buhun,” katanya kepada Radar, Minggu (17/11).

Menurut dia, kegiatan itu juga dilaksanakan sebagai upaya membudayakan kembali permainan anak-anak zaman dulu. “Ini agar seimbang dengan perkembangan saat ini, sehingga anak-anak ini tidak terpusat terhadap permainan-permainan saat ini yang hanya memegang gadget saja,” tutur dia.

Permainan-permainan zaman dulu itu lebih banyak maknanya dan manfaatnya bila dibandingkan dengan permainan saat ini. “Filosofi kemanusiaan masih tertanam dalam permainan barudak baheula,” kata dia.

Ipin menjelaskan, permainan barudak baheula itu baru dilaksanakan pertama kalinya oleh kepengurusan RW 014. Kegiatan tersebut akan menjadi agenda mingguan. “Kita akan terus laksanakan setiap hari Minggu sore atau Minggu pagi,” ujar dia.

Menurut dia, meski permainan kaulinan barudak pertama kali dilaksanakan, antusias anak-anak dan orang tua cukup baik. “Terlebih kebersamaan di sini cukup baik dukungannya, dalam mengenang masa tempo dulu. Ini juga sebagai upaya mengikis penggunaan hand phone di kalangan anak-anak,” tutur dia.

Sementara, Pupuhu Komunitas Icikibung Tasikmalaya Abah Irwan mengatakan, selama ini anak-anak tidak mengetahui permainan tradisional. “Kita hadir untuk mengenalkan kembali permainan tradisional ini,” kata dia.

Komunitas Icikibung menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus RW 014 Perumahan Baitul Marhamah untuk mengenalkan kembali permainan tradisional. Menurutnya, permainan tradisional memiliki manfaat besar seperti yang diajarkan oleh para orang tua terdahulu. “Makna dan filosofis yang sangat luar biasa terdapat pada permainan tradisional ini,” tutur Abah.

Abah mengajak, para orang tua di Kota Tasikmalaya agar mengalihkan permainan anak-anaknya ke permainan tradisional. “Teruslah semangat melestarikan permainan tradisional ini dan terus kenalkan kepada generasi muda kita,” kata dia.

Abah menyarankan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan pengurus RW 014 sehingga menjadi kebiasaan anak-anak. “Mudah-mudahan saja ini menjadi contoh bagi RW lainnya, khususnya di Kelurahan Sambongjaya umumnya di Kota Tasikmalaya,” ujar dia.

Kepala PAUD Perumahan Baitul Marhamah Rosa Marlina Yanti menyambut baik kegiatan kaulinan barudak itu. Pasalnya selama ini anak-anak setiap harinya bermain dengan HP. “Kami menjadi punya referensi untuk menerapkan permainan agar anak-anak tidak bermain HP,” kata dia.

Rosa berharap, kegiatan permainan kaulinan barudak baheula ini menjadi agenda rutin. Minimal satu kali dalam satu bulan. Lebih bagusnya setiap minggu dilaksanakan. “Karena dengan permainan ini anak-anak akan lupa dengan main HP,” katanya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.