Alkohol Dijual Bebas, Sulit Diawasi

133
0

TASIK – Polres Tasikmalaya mengungkapkan peredaran dan penyalahgunaan alkohol yang diperjualbelikan dengan bebas, dan tidak dibatasi sulit untuk diawasi.

Hal ini menyikapi tewasnya dua remaja asal Kampung Gunungkokol Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna, setelah overdosis menenggak alkohol 96 persen yang dicampur minuman berenergi, Selasa malam (24/12).

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo De Cuellar Tarigan SIK mengatakan peredaran alkohol secara online di media sosial bahkan di apotek sulit dipantau dan diawasi. “Alkohol itu dijual bebas, tidak ada pembatasan atau larangan. Padahal sudah jelas alkohol apalagi dengan kadar tinggi dilarang untuk diminum. Peruntukannya kan untuk sterilisasi alat medis, anti septik, pelarut, dan keperluan lain,” ungkap Siswo, kepada Radar, Kamis (26/12).

Kanit Reskrim Polsek Singaparna IPTU Wahyu Hidayat SH menam­bahkan untuk satu orang korban miras oplosan MU (17) sudah pulih dan pulang ke rumahnya. Sementara SN (21) masih dirawat di RSUD SMC.

“Kita sudah serahkan kewenangannya kepada Reskrim Polres Tasikmalaya, keduanya masih dalam pantauan Polres Tasik, setelah pulih keduanya akan dimintai keterangan sebagai saksi,” terang dia.

Sebelumnya diberitakan, dua remaja asal Kampung Gunungkokol Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna tewas, setelah overdosis menenggak alkohol 96 persen yang dicampur minuman berenergi, Selasa malam (24/12).

Loading...

Remaja tersebut yakni YS (21) dan AG (21), keduanya langsung dikebumikan pihak keluarga di TPU Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna. Usai mendapat kepastian dari kepolisian meninggal akibat mengonsumsi miras oplosan.

Sementara dua teman korban lainnya, SN (20) dan MU (17) yang masih satu kampung dengan dua remaja tewas. Kini tengah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaparna Medika Citrautama (SMC) hingga Rabu malam (25/12).

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK menjelaskan dua pemuda yang tewas tersebut akibat telah mengomsumsi miras dengan kadar alkohol hingga 96 persen dicampur minuman berenergi pada Minggu (22/12).

Awalnya, kata Dony, YS memesan alkohol 96 persen secara online lewat media sosial miliknya. Kemudian sekitar pukul 17.00 sore (22/12), YS meminta ketiga temannya AG, SN dan MU ke rumahnya “Lalu ketiga temannya membawa minuman berenergi, setelah itu alkohol 96 persen yang sudah diracik dengan minuman berenergi diminum bersama-sama di rumah YS,” ujar Dony kepada wartawan saat klarifikasi di Mako Polres Tasikmalaya, Rabu (25/12).

Setelah itu, lanjut Dony, efek dari minum alkohol dengan kadar 96 persen yang di oplos tersebut terasa oleh YS dan AG, Selasa dinihari (24/12). Keduanya kemudian mengalami mual, pusing dan muntah berkepanjangan.

“Keluarga YS lalu membawa anaknya ke RSUD SMC untuk dirawat Selasa (24/12) sore, namun nyawa YS tidak tertolong dan meninggal pukul 19.45. Sementara Ag meninggal di rumahnya Selasa (24/12) pukul 17.30, setelah sebelumnya sempat di bawa ke dokter praktik di Singaparna,” kata Dony.

Sedangkan kedua teman YS, yakni SN dan MU, masih dirawat di RSUD SMC karena mengalami hal yang sama. “Kedua teman YS pun sama, mengalami

mual, pusing dan muntah. Tetapi masih bisa ditolong, dan kondisinya kini mulai membaik,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter dan uji laboratorium yang dikeluarkan RSUD SMC, sambung Dony, diketahui YS dan AG keracunan alkohol berkadar 96 persen yang dicampur minuman berenergi. “Sehingga mengalami kerusakan organ tubuh pada lambung dan jantung, hingga menyebabkan meninggal dunia,” terangnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.