All Out, Basarnas Operasi SAR 24 Jam!

22

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) terus berupaya mencari bangkai pesawat Lion Air JT-610.

Namun, hingga malam tadi upaya pencarian dari permukaan dan penyelaman yang dilakukan tim SAR belum membuahkan hasil.

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Syaugi, meminta tim SAR untuk fokus. Dia memerintahkan pasukannya untuk fokus dan siaga 24 jam.

“Kita all out. Kami mengerahkan segala daya upaya untuk mencari di mana posisi pesawat,” tegas Kabasarnas melalui Direktur Operasi Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryoaji saat konferensi pers di Kantor Pusat Basarnas, Senin (29/10).

Sejumlah peralatan canggih telah disiapkan. Di antaranya Basarnas mengerahkan alat deteksi bawah laut seperti Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) dan Multybeem Echhosounder.

Diharapkan Bambang,  peralatan ini dapat menemukan bangkai pesawat di dasar laut berkedalaman 30-35 meter itu.

Selain itu, Basarnas juga mengerahkan emmergency light untuk penerangan di kapal-kapal yang melaksanakan pencarian.

“Pencarian terus kami lakukan, kecuali penyelaman kita hentikan. Untuk kekuatan personil, tim SAR kita rooling dan kita kendalikan dari Posko Basarnas Basarnas di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok,” terang Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Cengkareng-Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pukul 06.20 WIB.

Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang. “Hingga sore tadi (kemarin) SAR baru berhasil mengevakuasi serpihan pesawat, identitas dan perlengkapan penumpang, serta bagian tubuh korban di permukaan air,” jelas Bambang

Basarnas mendirikan Posko Utama di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok.

Ini untuk mempermudah proses koordinasi dalam mengevakuasi korban musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Selain empat tenda Basarnas, terdapat satu tenda Polri untuk mengidentifikasi korban.

Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi, Agus Haryono, mengatakan, dua kapal cepat Basarnas telah melakukan upaya evakuasi ke posko utama.

Dua kapal tersebut mengangkut empat kantung mayat berisi potongan tubuh korban dan sejumlah serpihan-serpihan, termasuk identitas para korban yang mengapung.

“Kami masih melakukan pencarian dengan melakukan pencarian di permukaan dan pencarian di bawah air oleh para rescuer dengan kualifikasi penyelam,” ujar Agus.

Kata dia,  barang-barang yang ditemukan dalam kondisi menyebar. Sedangkan potongan tubuh korban berada di antara puing-puing tersebut.

Terkait identitas potongan tubuh korban, lanjut Agus Haryono, menjadi ranah DVI. “Kami masih melakukan proses pencarian. Basarnas bersama unsur TNI-Polri, BPPT, dan Potensi SAR lainnya masih berupaya mencari dan menemukan para korban,” lanjutnya.

Seperti yang telah direlease pihak Lion Air, pesawat naas dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 itu diproduksi tahun 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018.

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.

(rdi/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.