Alokasi Armada Sampah Nol Rupiah

22

Anggota Dewan Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Nandang Suherman menyarankan anggaran perjalanan dinas tahun ini yang mencapai Rp 46 miliar, direalokasikan untuk membeli truk atau alat angkut sampah.

“Kalau kepala daerah memiliki good will terhadap pelayanan publik, saya rasa alokasi perjalanan dinas itu dipotong saja 30 persen. Untuk melayani persoalan sampah di Kota Tasik,” tuturnya.

Sebab dari hasil analisanya, cakupan layanan sampah di kota berjuluk Kota Resik ini masih sangat kecil. “Belum sampai 50 persen wilayah yang dilayani. Tentu ini jadi permasalahan serius,” paparnya.

Menurut Nandang, apabila anggaran perjalanan dinas dikurangi sebesar 30 persen, maka sudah terkumpul senilai Rp 14 miliar dari alokasi sebesar Rp 46 miliar lebih. ”Saya rasa akan lebih manfaat dan terasa oleh masyarakat. Dibanding pergi ke luar daerah atau luar negeri yang efeknya belum tentu dirasakan publik,” tandasnya.

Sementara itu, diketahui kebutuhan kendaraan pengangkut sampah di Kota Tasikmalaya mencapai 60 armada meliputi dumtruk, ambrol dan cator.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya H Dudi Mulyadi ST mengungkapkan saat ini pihaknya hanya memiliki sebanyak 32 kendaraan sampah meliputi 20 dumtruk, 12 ambrol dan 18 cator. “Namun dari 32 armada sampah tersebut, kondisi kendaraan paling muda hanya 4 dumtruk dan 1 ambrol keluaran tahun 2014. Sedangkan sisanya keluaran tahun 2017,” tuturnya.

Idealnya, kata dia, untuk mengangkut sampah di Kota Tasik yang mencapai 150 ton per hari memiliki 60 armada sampah. ”Sedangkan yang kita layani (menarik sampah, Red) sebanyak 224 ribu kartu keluarga,” paparnya.

Dudi menjelaskan setiap tahun pihaknya selalu mengusulkan pembelian armada baru, namun hingga kini tidak pernah terealisasikan. ”Kebutuhan 60 armada sampah itu mencapai Rp 39 miliar. Kita tiap tahun usulkan, namun yang di- Acc selalu nol rupiah,” terangnya.

Dia pun meminta maaf kepada masyarakat apabila ada keterlambatan dalam pengangkutan sampah, sebab tidak dipungkiri, minimnya armada yang layak pakai menjadi kendala utama. ”Saya mohon maaf apabila lambat dalam mengangkut sampah. Tapi kita berupaya semaksimal mungkin menyangkut setiap hari,” pungkasnya. (kim)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.