Alokasi Pasar Pancasila Tetap Harus Diserap

30
H M Firmansyah

INDIHIANG – Meski program revitalisasi pasar sudah disiapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya tetap harus menyerap dana yang sudah dialokasikan dari anggaran daerah.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM-Perindag) Kota Tasikmalaya H M Firmansyah. Menurutnya, tahun depan provinsi bakal mengalokasikan sekitar Rp 15 miliar lebih untuk revitalisasi pasar di Kecamatan Tawang tersebut. Alokasi untuk program serupa yang sudah direncanakan pemkot di APBD kota senilai Rp 7 miliar tetap harus dieksekusi.

“Untuk anggaran yang sudah direncanakan pemkot melalui APBD kota, tetap dialokasikan. Itu tetap diserap sebab kita perlu anggaran untuk perencanaan, perizinan, seperti Amdal Lalin, otomatis perlu fasilitasi tenaga konsultan dan lain-lain,” tuturnya saat ditemui di DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (13/8).

“Provinsi dalam program ini, hanya memberikan alokasi dana untuk fisik pasar saja. Sarana dan aspek penunjang lainnya wajib disiapkan pemkot. Maka kita akan gunakan di alokasi yang sudah direncanakan,” kata Firman.

Termasuk, kata dia, ketika bangunan pasar direvitalisasi otomatis para pedagang harus direlokasi dalam beberapa waktu. Pemkot nantinya perlu menyiapkan kios sementara, supaya mereka bisa tetap beroperasi selagi bangunan pasar dikerjakan. “Termasuk, kita juga siapkan sarana penunjang seperti musala, kantor pasar, kios tambahan dan pos jaga. Sebab, sekali lagi, anggaran dari provinsi hanya fisik bangunan pasar saja,” katanya.

“Provinsi pun kelihatannya menyiapkan juga detail engineering design (DED) pasarnya. Kita lihat sudah ada pemenang lelang untuk perancangan DED, tapi belum tahu sudah sejauh mana prosesnya,” sambung dia.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Ichwan Shafa mengatakan, tentunya perlu penyesuaian besaran alokasi anggaran yang sudah diplot untuk revitalisasi sebesar Rp 7 miliaran. Mengingat pemkot nantinya hanya menyiapkan sarana penunjang dan kelengkapan lain saja, dalam mendukung proyek yang akan digelontorkan provinsi. “Kita akan tagih juga ke pemkot DED dari provinsi seperti apa, yang perlu digarap pemkot apa saja,” ucapnya.

Termasuk, kata Ichwan, pemkot juga jangan terburu-buru membuat pasar tradisional baru. Lebih baik memelihara pasar-pasar existing yang sangat membutuhkan revitalisasi maupun pengelolaan lebih baik. “Seperti Pasar Cikurubuk blok A1 itu harus segera dituntaskan. Jangan dulu buat pasar baru lagi, yang ada saja ditingkatkan kondisinya supaya lebih nyaman,” kata dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.