Alumni PJKR Unsil Kota Tasik Bagikan Sembako, Sarung Tangan dan Masker

79
0
SOLIDARITAS. Alumni PJKR Unsil Tasikmalaya mengumpulkan donasi bagi warga terdampak Covid-19 di Kampus Jalan Siliwangi Jumat (8/5).

TAWANG – Dampak mewabahnya Covid-19 ditambah pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya, membuat sejumlah masyarakat kecil kesulitan mencari penghidupan. Alumni Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (PJKR) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menggagas penggalangan donasi.

Mereka membantu meringankan warga terdampak dengan mendistribusikan sembako, sarung tangan serta masker.

Baca juga : Hari Pertama PSBB, Warga Kota Tasik Kelimpungan Akses, Ini Panduannya..

“Kami menggagas rekan alumni supaya peduli akan kondisi sekitar. Saat ini banyak warga mulai merasakan dampak dari wabah Covid yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan,” ujar Koordinator Kegiatan Deni K kepada Radar, Jumat (8/5) siang.

Menurutnya, aktivitas penduduk sangat terbatas di kala pandemi. Apalagi, yang biasa mencari pendapatan dengan aktivitas di luar rumah semakin tersulitkan dengan penerapan PSBB.

“Kita tidak memungkiri segala sektor mulai terimbas wabah ini. Maka dari kami berupaya membantu dan meringankan beban warga, diharapkan juga mereka tetap menerapkan protokol kesehatan agar terhindar infeksi Covid,” kata dia.

Loading...

Pria yang juga Kepala Seksi Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya itu berharap kepedulian muncul dari pihak manapun mengingat warga terdampak terus bertambah di tengah mewabahnya Covid.

“Kami juga mendistribusikan bantuan kepada rekan sesama alumni yang benar-benar membutuhkan akibat terdampak pandemi,” tuturnya.

Sekretaris Koordinator Kegiatan Tatang Iskandar menambahkan, bagi alumni PJKR, yang jauh dari wilayah kampus pun, mendapat bantuan berupa uang tunai, sebagai bentuk kepedulian rekan seperjuangan yang pernah menimba ilmu di Unsil.

Baca juga : 2 Pemuda Sahabat Duel di Pinggir Sawah di Mangkubumi Kota Tasik, 1 Tewas Tertusuk

“Kami mentransfer via rekening supaya lebih mudah dan mendukung upaya pencegahan risiko penularan dengan tidak bepergian,” kata dia.

“Ini gerakan sosial kemanusiaan yang kami inisiasi, semoga berkah dan bermanfaat. Kami ada, kami peduli,” sambung Tatang. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.