Alun-Alun Ditata Ulang Saja

371
0
Loading...

SINGAPARNA – Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Arif Rachman mengatakan Taman Alun-Alun Singaparna tidak perlu dimusnahkan. Tetapi harus ditata ulang.
Menurut Arif, bila dirunut dari sejarah, masyarakat Singaparna menginginkan tiga tempat ikonis tidak dihilangkan. Yakni Masjid Agung, Alun-Alun, dan Pendopo Kewedanaan yang sekarang dijadikan terminal. “Besar harapan ada penataan yang lebih cantik tapi tetap mempertahankan sejarah,” terang politisi PDI Perjuangan ini kepada Radar, kemarin (19/10).
Bila keberadaan taman alun-alun saat ini dianggap tidak bisa dinikmati masyarakat, kata dia, bisa saja diubah menjadi tugu atau air mancur. Yang penting ruang terbuka hijaunya tetap ada. Karena, pusat ibu kota itu harus memiliki kawasan hijau.
Dia menyatakan kunci penataan Singaparna itu adalah pemindahan terminal dan pasar. Keberadaan pasar dan terminal ini kerap kali menyebabkan kemacetan dan membuat pusat ibu kota terlihat kumuh. Sampah bertumpuk di mana-mana.
Anggota Komisi III DPRD Ferry Willyam menambahkan penghilangan alun-alun cukup berat. Lebih baik ditata ulang. Namun, sebelum menata alun-alun harus mendahulukan relokasi pasar dan terminal. “Faktor penyebab kekumuhan bukan alun-alun, melainkan kondisi pasar dan terminal yang sudah tidak layak,” terangnya.
Menurut politisi Demokrat itu, dalam menata alun-alun juga harus mempertimbangkan anggaran yang sudah digelontorkan beberapa tahun ke belakang. Nominalnya cukup besar. (yfi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.