Beranda Kota Tasik Anak 2,5 Tahun Dianiaya Bibinya

Anak 2,5 Tahun Dianiaya Bibinya

55
0
BERBAGI
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA DAPAT PERAWATAN. Anak berusia 2,5 tahun yang diduga menjadi korban penganiayaan bibinya mendapat perawatan di RS Prasetya Bunda, Kamis (11/1). Petang kemarin anak tersebut kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin karena mengalami pendarahan di otak.

TASIK – Seorang anak berusia 2,5 tahun berinisial F yang tinggal di Kecamatan Indihiang masuk ke rumah sakit dengan kondisi penuh luka di sekujur tubuh, Kamis (11/1). Diduga, balita tersebut mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh bibinya sendiri.
Hal itu terungkap ketika Unit Reskrim Polsek Indihiang mendapat laporan dari pihak Rumah Sakit Prasetya Bunda yang menerima pasien anak dengan luka mencurigakan. Polisi pun melakukan pengecekkan terhadap kondisi luka korban.
Kanit Reskrim Polsek Indihiang Iptu Nandang Rohmana menjelaskan F dibawa oleh bibinya ke salah salah satu klinik. Karena perlu penanganan serius, anak itu pun dibawa ke RS Prasetya Bunda untuk mendapat penanganan intensif. “Yang bawa dokter, bibinya ngikutin ke rumah sakit,” terangnya.
Polisi dan tim medis menilai luka-luka yang dialami anak laki-laki itu akibat dari penganiayaan. Keterangan dari pihak medis RS Prasetya Bunda, dr Lia Noerka Rahmalia menuturkan selain luka yang hampir di seluruh bagian tubuh, korban juga mengalami dehidrasi serta luka bakar di bagian pipi. Untuk itu, korban perlu mendapat penanganan medis lebih lanjut. “Ada luka bekas ikatan juga di kakinya,” terang dia.
Menurut dr Lia, kondisi F cukup buruk dan butuh waktu yang lama untuk bisa kembali pulih. Ditambah ada efek trauma yang dialami oleh bocah itu. “Pasti butuh waktu yang tidak sebentar untuk pemulihan,”jelasnya.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya Eki S Baehaqi yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengecek kondisi anak. Kasus itu pun dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. Dalam laporannya, terlapor merupakan bibi korban berinisial DK. “Bibinya juga sudah mengakui pernah memukulnya,” ungkap Eki.
Pihaknya menyesalkan atas apa yang terjadi kepada korban, karena bagaimana pun F merupakan anak yang tidak berdosa. Sudah menjadi kewajiban orang dewasa untuk menjaganya dari ancaman-ancaman yang membahayakan diri. “Ini terbilang fatal, untuk itu proses hukum harus terus berjalan,” katanya.
Bibi korban berinisial DK yang dilaporkan sebagai pelaku atas penganiayaan terhadap F diperiksa di Polresta Tasikmalaya. Informasi dari pihak keluarga, F adalah anak dari kakak ipar DK yang berinisial DS. Anak tersebut tidak diurus oleh ibu kandungnya melainkan oleh neneknya (mertua DK, Red) di Jawa. Desember 2017 lalu, DK diminta untuk mengurusnya sampai akhirnya F tinggal di Indihiang bersamanya.
DK mengatakan bahwa luka bakar pada wajah korban dijelaskan akibat kopi panas yang tidak sengaja tumpah dan mengenai pipi F. Namun begitu, perempuan yang bekerja sebagai penjual makanan di sekolah itu mengaku pernah beberapa kali memukul F karena anak tersebut rewel. “Kalau malam-malam suka nangis, padahal anak (kandung) saya saja tidak begitu,” tuturnya.
Informasi terakhir, F dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung karena berdasarkan hasil CT Scan, dia mengalami pendarahan di bagian otaknya.(rga)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here