Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.5%

78.9%

15.9%

0.3%

Anak-Anak RA Harus Kreatif dan Berakhlak

151
0

DADAHA – Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman meminta Ikatan Guru Raudatul Atfal (IGRA) meningkatkan kreativitas anak yang dibarengi dengan pendidikan agama. Hal ini agar anak-anak tersebut menjadi generasi yang berkualitas.

“Kreativitasnya harus mulai bangkit, juga diberikan pendidikan agama harus seimbang. Sehingga harapan kami jadi penerus yang berkualias,” terang Budi saat menghadiri karnaval RA se-Kota Tasikmalaya di Lapangan Dadaha, Selasa (17/4) pagi.

Ketua PD IGRA Kota Tasikmalaya Heni Nuroniah SPdI mengatakan karnaval tahunan itu untuk meningkatkan sistem pendidikan nasional jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) khususnya RA. Harapannya para siswa ini lebih kreatif, inovatif dan islami.

Adapun tujuan lain perhelatan tersebut, kata Heni, yakni membudayakan jiwa silaturahmi yang kooperatif dan berkarakter. “Ya ini dalam rangka mempromosikan RA lebih luas lagi sehingga lebih diminati oleh banyak masyarakat,” terang dia kepada wartawan usai acara, Selasa (17/4).

Karnaval yang mengusung tema Kita Wujudkan Pribadi dan Lembaga yang Berinovasi Islami, Bermartabat, Unggul dan Menjadi Lembaga Pilihan Masyarakat itu diikuti sekitar 137 RA dengan jumlah sekitar 5.259 siswa. Mereka sangat antusias dan bersemangat mengikuti karnaval dengan menggunakan aneka kostum sebagai tanda ingin menunjukkan keunggulan atau kreativitas masing-masing sekolah. Mulai pakaian adat, baju profesi, kebaya, baju batik dan lainnya.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tasikmalaya Drs H Hilmy Riva’I MPd mengatakan yang terpenting dalam karnaval itu adalah membangun karakter anak bangsa sesuai cita-cita Republik Indonesia (RI). Ia berharap bisa mewujudkan para siswa RA menjadi anak yang cerdas, berilmu, bertakwa, dan berakhlak mulia. “Itu harapan yang ingin kita wujudkan,” jelas dia.

Dalam pengembangan RA ke depannya, Hilmy mempunyai program yang modern, moderat, inovatif dan inspiratif (modis ). Yang tak kalah penting, karnaval juga bisa menanamkan eksperimen yang baik terhadap anak-anak dan pengalaman menyenangkan. Pasalnya, para peserta ini masuk kategori golden age dimana respons kondisi, afektif, psikomotornya ditentukan saat ini untuk 30 tahun yang akan datang.

“Jadi ketika anak-anak ini diberi pengalaman baik maka insyaallah jadi regenerasi yang santun, memberi suri teladan juga kelak jadi seorang pemimpin yang berkarakter menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman,” katanya. (mg2)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.