Anak Bang Haji Rhoma Irama 2 Kali Mangkir Dipanggil KPK, Soal Proyek di Kota Banjar

79
0
Ali Fikri. Juru Bicara KPK
Ali Fikri. Juru Bicara KPK
Loading...

BANJAR – Putra Raja Dangdut H Rhoma Irama, Romy Syahrial dua kali dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Romy dipanggil sebagai saksi terkait dugaan kasus suap proyek pekerjaan infrastruktur Dinas PUPR Kota Banjar tahun anggaran 2012-2017.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan sudah memanggilnya sebanyak dua kali untuk diperiksa sebagai saksi. Namun yang bersangkutan tidak hadir.

“Pemanggilan terhadap Romy dilakukan pada Selasa (12/1) lalu. Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di Kota Banjar. Saksi Romy Syahrial (swasta) tidak hadir dan tanpa keterangan, dan sebelumnya tim penyidik KPK telah melakukan pemanggilan patut sebanyak dua kali,” kata Ali Fikri, Jumat (15/1).

Pihaknya mengingatkan yang bersangkutan untuk memenuhi panggilan dan kewajiban hukum tersebut karena ada sanksi hukum apabila dengan sengaja tidak hadir tanpa alasan yang sah. “Ada sanksi jika yang bersangkutan tidak hadir terus,” lanjut Ali.

loading...

KPK juga memeriksa Irma Yuliawati yang berstatus PNS Kota Banjar. Terhadap Irma, KPK mendalami terkait dugaan adanya aliran dana dalam kasus itu.

Baca juga : Warga Siluman Kota Banjar Kembali Direndam Banjir

Selain Irma, KPK memeriksa pensiunan PNS Kota Banjar, yakni Oman Sutarman dan mantan Sekdis PU Kota Banjar, Sri Sobariah. Namun Sri Sobariah tak hadir dan akan dilakukan penjadwalan ulang.

“Oman Sutarman digali pengetahuannya terkait dengan tupoksi saksi saat menjabat dan juga adanya penerimaan sejumlah uang dalam bentuk gratifikasi pada proyek di Dinas PUPR Kota Banjar kepada pihak yang terkait perkara ini,” katanya.

Sedangkan pada Kamis (14/1), KPK memanggil dua saksi lainnya. Saksi tersebut ialah mantan Sekdis PU Kota Banjar Iwan Supriadi dan pengurus CV Pariwisata Budi Firmansyah. Tapi saksi Iwan juga tak hadir dalam pemanggilan itu.

“Budi Firmansyah didalami pengetahuannya mengenai dugaan gratifikasi dan aliran sejumlah dana kepada pihak keluarga yang terkait dengan perkara ini,” ucap Ali.

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya telah menggeledah sejumlah lokasi, dari pendopo wali kota Banjar, kantor, hingga rumah Kepala Dinas PUPR Kota Banjar. Dalam penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah uang hingga dokumen yang diduga terkait dengan kasus yang tengah disidik KPK. Meski demikian, KPK belum mengumumkan ataupun menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.